07 February 2020, 05:10 WIB

Revisi PP 17 Diharap Segera Rampung


(Ykb/RF/R-1) | Olahraga

REVISI Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga diharapkan bisa segera selesai agar PON 2020 bisa digelar di dua provinsi. Usulan revisi itu saat ini masih dikaji Sekretaris Negara (Setneg). "Mudah-mudahan di waktu yang tak terlalu lama bisa selesai," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, kemarin.

Usulan revisi PP tersebut diajukan agar 10 cabang olahraga (cabor) yang dicoret dari PON 2020 Papua bisa tetap dipertandingkan. Rencananya, kesepuluh cabor tersebut akan digelar di luar Papua.

Jika revisi PP sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo, Menpora berencana akan berbicara dengan Ketua Umum PB PON 2020, yakni Gubernur Papua Lukas Enembe untuk membicarakan lokasi yang ideal untuk 10 cabor. "Kalau sudah ada PP, saya akan duduk dengan KONI dan cabor yang tertunda," ujar Zainudin.

Disebutkan, Jawa Timur jadi kandidat pendamping Papua menggelar PON 2020. "Saya belum berani bicara soal itu kalau belum pegang PP-nya," ujar Menpora.

Di sisi lain, kekhawatiran keamanan selama PON 2020 membuat KONI Bangka Belitung (Babel) akan melakukan koordinasi dengan Polda Babel soal pengamaman kontingen. Ketua KONI Babel, Elfandi Mochtar Akib, mengatakan kontingen Babel akan berkekuatan sekitar 150 orang. "Mengenai teknis pengamanan akan dikoordinasikan lebih lanjut," terangnya.

Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Babel Kombes Bremen JP Sianturi menambahkan, meski PON 2020 baru berlangsung Oktober mendatang, koordinasi telah dilakukan sejak sekarang. "Kita koordinasi jauh-jauh hari. Kami ditunjuk langsung oleh Pak Kapolda untuk melakukan koordinasi," kata Bremen. (Ykb/RF/R-1)

BERITA TERKAIT