06 February 2020, 20:02 WIB

Pakar IT Ungkap Modus Pembobolan Rekening Bank Ilham Bintang


Atikah Ishmah Winahyu | Megapolitan

PAKAR IT Ruby Alamsyah mengungkapkan, kasus pembobolan rekening bank yang dialami Ilham Bintang merupakan kejahatan yang menggunakan modus SIM swap fraud. Dengan modus ini, pelaku mengganti kartu SIM secara ilegal sehingga dapat menguasai seluruh akses yang dimiliki korban melalui SIM tersebut.

Pelaku yang mengincar informasi perbankan milik korban kemudian dapat membobolnya melalui aplikasi mobile banking.

"Pada intinya kasus ini adalah untuk membobol rekening korban. Tahap pertama di modus ini, pelaku harus mendapat data pribadi korban yang paling banyak pakai teknik phising plus social engineering," kata Ruby saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (6/2).

Target dari teknik phising dan social engineering yakni untuk membujuk/membuat panik korban agat mengklik link yang dimaksud dan mengisi data-data yang diperlukan. Selanjutnya, setelah pelaku mendapat data pribadi korban, akhirnya pelaku melakukan perubahan SIM ke gerai operator.

Baca juga: Pembobol Rekening Ilham Bintang Curi Data SLIK OJK

Biasanya pelaku menargetkan korban yang sedang berada di luar negeri atau wilayah yang sulit terjangkau jaringan.

"Modus ini pasti sama, karena targetnya asal (nomer) lagi mati/tidak aktif, dia lapor, kan di operator akan lihat memang mati," tuturnya.

Pada tahal ketiga, pelaku yang sudah memiliki kartu SIM baru dengan nomor korban, melakukan transaksi perbankan melalui aplikasi mobile banking. Saat akan login, pelaku menggunakan username korban yang didapatkan dari pencurian data saat melakukan phising.

Namun, karena tidak mengetahui password korban, pelaku akan memilih forget password untuk mengubah password mobile banking korban. Pada saat mengubah password, bank akan mengirimkan one time password (OTP) melalui pesan singkat.

Karena kartu SIM baru telah ada di tangan pelaku, maka pelaku menerima OTP tersebut dan berhasil mengubah password mobile banking korban kemudian mengaksesnya.

"Jadi pembobolan ini bisa terjadi di lini terakhir perbankan itu sendiri yang utamanya menurut saya. Ini yang banyak orang salah pikir adalah ini salah operator," imbuhnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT