06 February 2020, 19:29 WIB

Jemput WNI di Tiongkok, Kru Batik Air Dapat Insentif


Hilda Julaika | Humaniora

MASKAPAI Batik Air mendapat tugas untuk menjemput warga negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hubei, Tiongkok. Penjemputan itu bertujuan mengevakuasi WNI yang terjebak di wilayah yang menjadi pusat kemunculan virus korona.

Atas misi kemanusiaan yang dilakukan, Batik Air berencana memberikan insentif kepada awak pesawat. Sebagai informasi, saat ini kru Batik Air yang melakukan penjemputan, ikut dikarantina di Natuna. Proses karantina berlangsung selama 14 hari sebagai prosedur yang harus dipenuhi.

"Iya dong ada insentif. Mereka berani untuk kita tunjuk ke situ. Tentu kita tidak akan cuekin. Insentifnya apa saja yang mereka mau. Bisa liburan atau cuti," ujar Direktur Utama (Dirut) Batik Air, Achmad Lutfie, Kamis (6/2).

Baca juga: Ini Alasan Batik Air Dipilih untuk Evakuasi WNI di Wuhan

Menurutnya, terdapat 4 pilot, 11 pramugari, 2 teknisi mesin dan 1 flight operation officer. Seluruh kru pesawat Batik Air diketahui menawarkan diri untuk melakukan evakuasi. Kemudian, pihak maskapai melakukan penunjukan kru dengan kesediaan penuh.

"Jadi dua hari sebelum penerbangan ke sana dibuka, (kami tanya) siapa yang bersedia menjemput ke seluruh kru. Semua bersedia, jadi yasudah ditunjuk yang lagi libur saja. Semua bersedia kok," ungkapnya.

Para kru pesawat yang telah ditunjuk pun melakukan prosedur khusus sebelum keberangkatan. Seperti pemberian vitamin dan pengecekan kesehatan oleh dokter perusahaan. Saat ini, lanjut dia, para kru yang dikarantina dalam keadaan baik.(OL-11)

BERITA TERKAIT