06 February 2020, 18:07 WIB

Kemenkes Tegaskan Punya Kapasitas Deteksi Virus Korona Novel


Atalya Puspa | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menepis adanya rumor yang menyatakan bahwa Indonesia belum memiliki kemampuan untuk mendeteksi virus korona novel baru yang datang dari Wuhan, Hubei, Tiongkok.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu mengatakan kini pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi terkait pedoman penanganan penyakit yang disebabkan virus korona novel hingga ke pelosok negeri.

Sosialisasi tersebut, menurut Wiendra, tujuannya, agar semua daerah dapat mengidentifikasi dan menangani kasus virus korona novel secara tepat.

"Kita mempersiapkan besok adalah pertemuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan kapasitas dan apa-apa yang perlu kita siagakan, sampai ke Papua. Memang mungkin info ini tidak banyak yang tahu, tapi kita berproses," kata Wiendra di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (6/2).

Wiendra mengungkapkan, pertemuan tersebut melibatkan 100 (RS) rumah sakit yang menjadi pusat rujukan penanganan novel corona virus di seluruh Indonesia. Nantinya, seluruh perwakilan RS dan tenaga kesehatan akan medapatkan arahan yang sejalan dengan ketentuan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk menangani kasus virus korona novel.

"Bukannya tidak pernah dilatih. Tapi ini untuk penguatan. Seperti contoh pengambilan spesimen, itu sulit, dan itu kita haeus lakukan, dan harus dilatih. Sekalipun kota sudah punya kapasitas penanganan SARS atau MERS. Kita akan lebih mengkatkan di daerah agar di daerah bisa mendiagnosis," ucapnya.

"Ini hanya meningkatkan kapasitas dan kemampuan lab suntuk mendiagnosis, kalau bisa diagnosis sampai ke lapangan. Itu persiapan. Jadi besok akan dimulai," tegas Wiendra.

Sebelumnya, Kepala Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kemenkaes Vivi Setiawaty menyatakan, Indonesia telah memiliki reagen spesifik virus korona novel sejak Desember 2019. Sehingga, pemeriksaan dapat dilakukan di Balitbang Kemenkes.

"Pas virus korona novel merebak, kita sudah punya testing kit, itu sejak akhir Desember. Kalau untuk peralatan seperti mesin sekuensingnya, kita sudah punya lama. Karena litbangkes kan lab konfirmasi flu burung. Alat kita sudah bisa deteksi," kata Vivi di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (31/1). (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT