06 February 2020, 17:31 WIB

Stok Kertas Toilet Disebut Menipis, Warga Hong Kong Panik


Nur Aivanni | Internasional

WARGA Hong Kong mulai panik dengan isu kelangkaan stok kebutuhan rumah tangga. Otoritas berwenang meminta warga untuk tetap tenang, karena tujuh juta penduduk di wilayah semi-otonom semakin khawatir atas wabah virus korona yang mematikan.

Sejumlah video yang diperoleh AFP menunjukkan antrean panjang warga yang panik membeli kertas toilet. Beras dan pasta juga menjadi sasaran masyarakat.

Lois Strange, 32, mengatakan dirinya disambut suasana yang kacau di supermarket lokal pada Rabu (5/2) pagi waktu setempat. "Kondisi toko penuh sesak. Semua orang hanya mengambil gulungan kertas toilet sebanyak mungkin," tuturnya kepada AFP.

Baca juga: 1.020 Orang Sembuh Dari Korona, Beijing Terima Kasih Pada RI

Dia pun berhasil mendapatkan beberapa bungkus kertas toilet dalam huru-hara tersebut. "Saya benar-benar hanya punya satu gulungan (kertas toilet) yang tersisa di rumah. Jadi, saya harus membeli beberapa. Bukan karena saya panik seperti yang lainnya," jelas Strange.

Pemerintah Hong Kong merilis pernyataan untuk menanggapi kabar palsu tentang kelangkaan stok kebutuhan rumah tangga, seperti beras dan kertas toilet. Sebab, hal itu memicu kepanikan warga.

Rumor tersebut dinilai sebagai tindakan kejahatan di tengah kota yang berjuang melawan virus korona. "Stok bahan makanan pokok cukup, termasuk beras dan pasta. Warga tidak perlu khawatir," bunyi pernyataan tersebut.

Harold Yip, pendiri Mil Mil, perusahaan daur ulang kertas yang berbasis di Hong Kong, mengatakan pihaknya menerima lebih dari 100 pertanyaan dari masyarakat tentang kertas toilet. Sementara itu, Supermarket Wellcome menepis rumor terkait kelangkaan stok kebutuhan pokok.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT