06 February 2020, 17:09 WIB

Pemerintah Cari Pulau Kosong untuk Karantina Virus Menular


Nur Azizah | Humaniora

PEMERINTAH berencana mencari pulau kosong untuk melokalisasi virus korona. Ini salah satu antisipasi bila virus mematikan itu menyebar di Indonesia.

"Ya, nanti akan segera dirapatkan, kita akan mencari suatu tempat kosong, pulau kita banyak, ribuan pulau yang masih kosong," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).

Baca juga: Karhutla 2019 Naik, Menteri LHK: Banyak yang di Sekitar Konsesi

Nantinya, akan dipilih satu pulau. Di sana akan dibangun rumah sakit untuk menangani pasien-pasien terjangkit virus menular, termasuk Korona.

"Presiden minta yang jangka panjang, itu disiapkam rumah sakit khusus yang menangani virus-virus menular, kalau suatu saat nanti ada, langsung dipindahkan ke situ, pusat rehabilitasinya pusat penanganannya," ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI terkait pembangunan tempat observasi bagi warga yang terdampak wabah. Fasilitas ini akan dipakai ketika ada masalah seperti virus korona (2019-nCov).

"Sudah dibicarakan dengan Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto), mungkin nanti beberapa tempat akan menjadi pilihan, setelah itu nanti mungkin akan dilaporkan kepada Presiden (Joko Widodo)," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (5/2).

Menurut dia, koordinasi ini karena keterlibatan TNI untuk membangun pangkalan militer atau bandara di lokasi yang akan ditunjuk nanti. Fasilitas pendukung juga bakal disediakan.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Produk Hasil Riset Ditingkatkan

"Mendapatkan dukungan personel dan juga sumber daya manusia (SDM) yang lebih memadai sehingga kawasan itu bisa terintegrasi," jelas mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu.

Ketika ada wabah serupa korona, tempat observasi akan dipakai untuk warga yang terdampak. Doni mengungkapkan Natuna masih masuk opsi rencana lokasi observasi itu. (Medcom.id/OL-6)

BERITA TERKAIT