06 February 2020, 16:04 WIB

Presiden Jokowi Minta Produk Hasil Riset Ditingkatkan


Andhika Prasetyo | Humaniora

INDONESIA sudah sangat mampu menghasilkan banyak produk akhir yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti biodiesel dengan bauran minyak sawit, stem cell ortopedi, drone hingga kapal selam.

Semua komoditas tersebut diciptakan setelah melalui proses penelitian yang panjang dengan berbekal teknologi canggih.

Berkaca dari berbagai keberhasilan itu, Presiden Joko Widodo ingin ada lebih banyak lagi produk-produk unggulan yang diciptakan dengan mengedepankan riset dan teknologi.

Namun, ia menyadari, untuk mewujudkan itu, industri tidak akan bisa bergerak sendiri.

"Pengembangan teknologi untuk produk-produk unggulan tersebut perlu mendapatkan dukungan pendanaan yang memadai sehingga nanti hasilnya tidak setengah-setengah," ujar Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2).

Pemerintah pun siap mengucurkan dana melalui APBN untuk membantu proses penelitian. Namun, ia juga meminta BUMN dan swasta turut terlibat dengan porsi besar di dalamnya.

Selain pendanaan riset, Jokowi juga meminta seluruh kementerian/lembaga terkait bersama dunia usaha memiliki peta jalan yang jelas untuk mengembangkan industri dengan teknologi tinggi.

Maksudnya, jangan sampai, setelah riset dilakukan dan produk dihasilkan, tidak ada industri yang melirik untuk memproduksi secara masal.

"Jadi hasil riset harus tersambung dengan industri sehingga bisa diproduksi secara masal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tuturnya.

Jokowi pun terus menekankan pentingnya mewujudukan kemudahan berusaha terutama bagi investor yang bisa menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi.

"Tidak boleh lagi di negara kita inovasi terhambat marena birokrasi dan administrasi. Hambatan investasi dalam pengembangan industri produk-produk teknologi unggulan harus dipangkas," tegas Jokowi. (Pra/Ol-09)

BERITA TERKAIT