06 February 2020, 14:56 WIB

Tanggul Tua dan Sedimentasi Picu Banjir di Cirebon


Nurul Hidayah | Nusantara

TANGGUL tua, sedimentasi serta penyempitan sungai menjadi penyebab banjir yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Cirebon semalam hingga hari ini. Penanganan sementara akan dilakukan terhadap tanggul yang jebol. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon sejak sore hingga malam hari, Rabu (5/2) telah menyebabkan banjir menerjang sejumlah sejumlah di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon. Banjir di antaranya menerjang 8 desa di Kecamatan Susukan.

"Namun ada 3 desa yang terparah mengalami dampak banjir," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang  Suhendra, Kamis (6/2).

Masing-masing Desa Bojong Kulon, Susuka dan Bunder. Hingga kini hari bahkan masih menggenai Desa Susukan dengan ketinggian 10 cm.

"Tapi ketinggian air sudah turun dibandingkan semalam," ungkap Dadang.

Semalam air yang masuk ke permukiman penduduk sejak petang mencapai ketinggian 1,5 meter.

"Warga juga mengungsi karena tingginya air yang masuk ke rumah mereka," lanjut Dadang.

Saat ini, beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah. Namun masih ada juga yang bertahan di masjid yang dijadikan lokasi pengungsian.

"Kami juga sudah membuat dapur umum. Dapur umum akan dibangun hingga warga benar-benar kembali ke rumahnya kembali,"tegas Dadang.

baca juga: Rekanan Diberi Waktu 50 Hari Selesaikan Jembatan Ambruk

Banjir di Kecamatan Susukan ini menurut Dadang dikarenakan meluapnya Sungai Wayan Ayam yang hulu sungainya ada di daerah Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Derasnya air membuat tanggul yang sudah berusia tua tidak kuat dan akhirnya jebol. Mencegah banjir kembali terulang, BPBD Kabupaten Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan dinas
PUPR Kabupaten Cirebon untuk membuat tanggul sementara. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT