06 February 2020, 14:24 WIB

Presiden Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Karhutla


Andhika Prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menekankan pentingnya solusi permanen untuk menyudahi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanah air yang selalu berulang setiap tahun. Sedianya, pemerintah telah mengetahui bahwa 99% dari seluruh karhutla yang terjadi merupakan ulah manusia demi mengeruk keuntungan dari sisi ekonomi.

"Laporan yang saya terima, 99% karhutla itu karena ulah manusia yang disengaja untuk motif ekonomi. Luas yang terbakar itu hampir 80% langsung menjadi kebun," ujar Jokowi saat memberi pengarahan tentang Upaya Pengendalian Karhutla 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2).

Baca juga: Bagi-Bagi Masker & Sabun Cair, NasDem: Hadir untuk Masyarakat

Ia pun mengaku tidak heran dengan fakta tersebut. Pasalnya, cara pembersihan lahan yang termudah dan termurah adalah dengan melakukan pembakaran.

Maka dari itu, presiden menginstruksikan kepada seluruh aparat penegak hukum untuk tidak ragu memberi hukuman bagi mereka yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Kapolri tidak usah pikir panjang soal punishment dan penegakan hukum. Itu harus tegas, baik secara administratif, perdata, pidana, lakukan dengan tegas siapa pun pemilik lahannya," tegas Jokowi.

Pemberian hukuman baik bagi korporasi maupun individu yang terbukti melakukan tindak kejahatan tersebut harus terus dilakukan untuk menimbulkan efek jera.

Di luar upaya penegakkan hukum, pemerintah juga mendorong pencegahan karhutla dari sisi pendekatan kepada alam.

Badan Resolusi Gambut yang bertanggung jawab langsung kepada presiden diminta untjk menjaga kawasan gambut tetap lembab pada musim kemarau.

"Yang kita takutkan memang kalau terjadi kebakaran di lahan gambut karena paling sulit dipadamkan," tuturnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT