06 February 2020, 14:08 WIB

Kesempatan Eksplorasi Perkembangan IT Lewat IFSEA 2020


Siswantini Suryandari | Teknologi

DI tengah isu penyebaran virus korona, pameran teknologi audio visual profesional terbesar atau InfoComm Southeast Asia (IFSEA) 2020 tetap akan dilaksanakan, dengan tuan rumah Kota Bangkok, Thailand pada 27-29 Mei 2020.

Ajang pameran IFSEA 2020 merupakan acara tahunan setelah sukses diadakan untuk pertama kalinya pada 2019 yang dihadiri lebih dari 7.743 pengunjung. Termasuk beberapa perwakilan penting dari Indonesia yang terdiri dari pejabat pemerintah, bisnis eksekutif serta para pakar Audio Visual (AV) dan Teknologi Informasi (TI). Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan program konferensi yang sangat dinantikan selama tiga hari. Program ini merupakan wadah berkumpulnya para pakar AV dan TI, para pemimpin industri, konsumen, pejabat pemerintah dan bisnis eksekutif dari seluruh negara di Asia Tenggara.

Program konferensi InfoComm Southeast Asia 2020 menguat pada tahun ini dengan adanya sesi pembelajaran gratis untuk semua pengunjung. Para peserta dapat mengikuti diskusi strategis tingkat tinggi (The Pinnacle), sesi industri AV (AV Leaders Connect dan AV Managers Day), program pendidikan berbasis pengalaman khusus serta konferensi terkait industri (KEEN Program dan Industry Forums).

Gerry Firmansyah, Direktur Eksekutif Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional (Wantiknas) mengatakan perkembangan digital tidak terbatas.

"Dengan perkembangan digital, dunia menjadi lebih efisien, begitu juga dengan Indonesia. Acara InfoComm Southeast Asia 2020 ini pasti akan membantu Indonesia untuk mengikuti perkembangan global di sektor digital," kata Gerry dalam keterangan tertulis diterima Media Indonesia, Kamis (6/2).
 
Gerry menambahkan bahwa Dewan TIK Nasional merupakan lembaga multi-stakeholder yang bergerak di bidang TIK yang dibentuk dan dimonitor langsung oleh Presiden RI. Wantiknas merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional, melalui pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk infrastruktur, aplikasi, dan konten.

Pada kesempatan sama Richard Tan, Direktur Eksekutif InfoCommAsia mengatakan Indonesia memasuki era baru Industri 4.0. Hal ini ditegaskan oleh peningkatan konektivitas, interaksi dan konvergensi yang difasilitasi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

"Dalam lanskap yang berkembang pesat ini, baik pelaku bisnis maupun konsumen dapat mengambil manfaat dari solusi komunikasi profesional AV berbasis pengalaman," kata Richard Tan.

Selain pameran dan konferensi InfoComm Southeast Asia yang didedikasikan untuk teknologi profesional AV, penyelenggara juga memperkenalkan acara baru yang disebut Next Integrated Experience Technology (NIXT), yang akan memulai debutnya sebagai bagian dari konferensi dalam acara pameran InfoComm Southeast Asia 2020.

baca juga: Aplikasi Wardes Upaya Membangkitkan Ekonomi Desa dan Kota

NIXT adalah platform terintegrasi pertama yang menampilkan solusi teknologi transformatif untuk aplikasi bisnis. Platform konferensi ini menyatukan semua pemangku kepentingan dalam proses transformasi bisnis– inovator disruptif teknologi seperti AI, IoT, Robotics, Extended Reality, 5G dan Wearables, konsumen vertikal, dan rantai pasokan mereka masing-masing.

NIXT akan menjadi platform unik untuk bertemu, berkolaborasi, dan bekerja sama mencari solusi teknologi generasi terbaru yang akan menciptakan peluang bisnis di masa depan pada saat ini. NIXT terdiri dari empat bagian konferensi: manufaktur, smart cities, media & hiburan, serta bisnis ritel. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT