06 February 2020, 13:45 WIB

Puluhan Apoteker Tolak Peraturan Menkes Rugikan Profesi Apoteker


Lilik Darmawan | Nusantara

SEKITAR 50 apoteker di Banyumas, Jawa Tengah menggelar aksi menolak Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 3 tahun 2020 pada Kamis (6/2). Penyebabnya dalam pasal-pasalnya, dinyatakan bahwa apoteker bukanlah tenaga medis dan penunjang medis. Aksi yang berlangsung di depan Apotek Zafira Jl Gerilya Purwokerto diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian sejumlah apoteker maju ke depan untuk memberikan orasinya. Pada intinya, mereka menolak ada PMK No. 3 tahun 2020 dan meminta percepatan UU Kefarmasian.

"Kami mengadakan aksi di sini untuk mendukung perjuangan seluruh apoteker di Indonesia yang bakal menggelar aksi secara nasional di Solo pada 8-9 Februari besok," tegas Ketua Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyumas Khafidz Nasrudin, Kamis (6/2).

Menurutnya, dengan adanya PMK No 3 tahun 2020, maka akan mengabaikan hak-hak pasien.

"Dengan adanya pasal yang menyatakan bahwa pelayanan kefarmasian bukan pelayanan medis, maka akan mengabaikan hak pasien dalam mendapatkan informasi dan konseling farmasi. Jangan sampai hak-hak pasien justru terabaikan," tambahnya.

baca juga: Fogging Dihentikan, Kasus DBD di Tasikmalaya Naik

Khafidz kembali menegaskan penolakannya terhadap PMK tersebut, karena hal itu jelas mencederai. Bahkan, ada kemungkinan akan terjadi pengurangan tenaga apoteker di RS.

"Karena itulah, kami siap untuk memperjuangkan aspirasi para apoteker," tegas Khafidz. (OL-3)

BERITA TERKAIT