06 February 2020, 13:23 WIB

Tredici Kampanyekan Bye Plastik dan Gerakan tanpa Sedotan Plastik


mediaindonesia.com | Humaniora

Bye Plastic dan Gerakan tanpa Sedotan Plastik digaungkan oleh sekelompok mahasiswa mahasiswa Jurusan Public Relations Fakultas Bidang Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercubuana. Tredici Creativ yang terdiri dari 14 mahasiswa menyelenggarakan kampanye dan workshop, Minggu (5/01/2020) di Apiary Co Working Space, St Moriz Office Tower Floor 9.

Kegiatan ini terselenggara dengan sukses atas dukungan beberapa sponsor yaitu PAB Group, IpponZuri, Pik Avenue, Roomart, Wardah, Nu Oceana, dan Super Sambal.

Acara Workshop ini dimulai pukul 13.00 WIB dengan sesi opening dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan disambut oleh Seketaris Bidang Studi Public Relations yaitu Ibu Suryaning Hayati, SE, MM.

Dalam sambutannya, Suryaning mengatakan ketika ia menyusuri Kali Ciliwung, ia melihat sangat banyak sampah plastik sehingga karet ban yang ia tunggangi itu mogok karena nyangkut sampah. Beliau menyambut baik dan mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa Public Relations Universitas Mercubuana, dengan mengimplementasikan teori-teori yang dipelajari dikelas secara relevan di kehidupan nyata bermasyarakat, terlebih pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan kinerja public relations.

Puncak acara diisi dengan materi dari tiga keynote speakers yaitu Direktur Jendral Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup Bapak Novrizal Tahar, juru kampanye Greenpeace Indonesia Muharam Atha Rasyid, dan Putri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Herlambang.

Di penghujung acara audiens juga dihibur oleh salah seorang stand up comedian Tanah Air yaitu Yudha Keling.

Workshop yang mengusung tema 'Small Act, Big Impact' ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang dampak dan bahaya sampah terutama sampah sedotan plastik. Lewat workshop ini Tredici Creativ juga mengajak bersama-sama untuk peduli terhadap sampah yang telah dipakai dan berkontribusi secara nyata untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Selanjutnya diharapkan dapat mendorong para stakeholder yang terdiri dari unsur Pemerintah dan pelaku usaha. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT