06 February 2020, 11:55 WIB

Presiden Instruksikan Lakukan Patroli Guna Cegah Karhutla


Andhika Prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan pemerintah-pemerintah daerah, bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) melakukan patroli lapangan ke wilayah-wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Instruksi tersebut dikeluarkan setelah pemerintah mendeteksi munculnya beberapa titik api di Riau sejak dua pekan lalu.

"Hati-hati sekali lagi yang di Riau, Jambi, Sumut, Sumsel. Provinsi lain juga hati-hati. Kalbar, Kalteng, Kaltim, walaupun peluangnya kecil sekali di sana. Juga di Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua," ujar Jokowi saat memberi pengarahan tentang Upaya Pengendalian Karhutla 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2).

Baca juga: KLHK Dalami Kepatuhan Perusahaan Jasa Pengolah Limbah B3

Patroli intensif perlu dilakukan agar situasi di lapangan benar-benar bisa dikuasai dan perkembangan bisa terus dipantau secara harian.

Jokowi mengingatkan kepada seluruh instansi terkait untuk bergerak cepat memadamkan ketika muncul titik api sekalipun itu hanya satu.

"Kalau ada api satu segera padamkan. Kita punya babinsa, bhabinkamtibmas, beri tahu mereka. Gubernur, bupati, kepala desa, beri tahu mereka. Kalau ada api satu saja, cari sumbernya terus padamkan. Jangan sampai meluas karena nanti akan sulit dipadamkan," tegas dia.

Presiden meminta semua pihak melihat situasi yang terjadi di negara-negara lain yang juga mengalami bencana karhutla.

Negera maju sekelas Australia saja sangat kesulitan untuk memadamkan api ketika sudah begitu besar.

"Kalau api sudah gede, apa lagi masuk lahan gambut, akan sulit sekali. Disiram air berjuta-juta ton pun, atasnya saja yang apinya padam. bawahnya masih api," ucap Jokowi. (OL-1)

BERITA TERKAIT