06 February 2020, 10:00 WIB

Menguji Sensasi Xpander Cross di Bali


Dero Iqbal Mahendra | Otomotif

Dengan ground clearence yang tinggi memberikan keuntungan saat melalui jalanan bergelombang atau berlubang serta tetap memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.

SEJAK diluncurkan akhir November 2019, perlahan tapi pasti, Mitsubishi Xpander Cross telah mengisi hati masyarakat Indonesia sebagai salah satu kendaraan yang dapat diandalkan.

Dengan fitur spesial tuned suspension dan ground clearance 225 mm, Xpander Cross terbukti memberikan rasa nyaman saat berkendara. Meski ketinggian mobil bertambah, mobil tetap mudah dikendarai dengan cara handling yang nyaman.

Setidaknya itu dirasakan ketika PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang serta niaga ringan Mitsubishi dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), menggelar kampanye Media Adventure 2020, di Bali, kemarin.

Pulau Dewata jadi destinasi kedua Media Adventure 2020 setelah dimulai di Surabaya-Banyuwangi dan bakal diakhiri di Lombok, NTB. Total jarak yang akan ditempuh sejauh 264 km.

Brand Ambassador Mitsubishi Xpander Rifat Sungkar mengatakan, Xpander Cross sebagai varian yang mengedepakan performa cross over, yakni mobil MPV menuju SUV.

Kesan SUV di Xpander Cross ini sangat kental dengan set up suspension seperti saat ini. Meski mobil jadi lebih keras, kekerasan itu masih di titik moderat. Dalam artian, antara handling dan performance masih di area yang sangat diandalkan.

"Mengingat saat ground clearence ini dinaikkan, mobil tetap memerlukan respons kepada jalanan. Jika suspensinya seempuk Xpander sebelumnya, tentu kesannya akan terlihat langsung limbung karena berbeda," terang Rifat di sela-sela Media Adventure 2020.

"Tetapi dengan penyesuaian MMKSI saat membuat mobil ini, kita tahu ada pengaturan pada rebound suspension sehingga meski bodinya lebih tinggi, tidak memberi kesan limbung ke kiri atau ke kanan saat berbelok," imbuh Rifat.

Menurutnya, hal tersebut menjadi penting untuk memberikan kepercayaan diri bagi pengemudi dengan mengendalikan mobil yang lebih tinggi, tetapi tetap memiliki kontrol.

Selain itu, dengan ground clearence yang tinggi memberikan keuntungan saat melalui jalanan bergelombang atau berlubang dengan tetap memberi kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.

"Jadi seperti mengemudi MPV dengan rasa SUV, tapi dengan handling yang mudah bahkan untuk masyarakat biasa sekalipun," jelas Rifat.

Hal itu pun dibuktikan saat perjalanan. Ketika mesin 1500 cc, Xpander Cross dipacu hingga 120 km/jam, mobil masih sangat responsif dengan handling yang masih amat nyaman.

Begitu pun saat melalui wilayah dataran tinggi Bali di Danau Tamblingan yang berkontur jalan menanjak dan berkelok dengan kombinasi tikungan tajam yang menanjak, dapat dilalui Xpander Cross dengan nyaman tanpa hambatan.

Traveling

Fitur lainnya yang menarik ialah ruang kabin yang kedap suara sehingga meminimalisasi suara dari mesin dan ban. Kabin dan bagasi yang luas pun jadi unit menarik. Terlebih, seri ini dilengkapi dengan berbagai kompartemen sehingga memuat berbagai kebutuhan selama perjalanan.

Hal itu diakui artis Nicholas Saputra yang mengendarai Xpander Cross. "Banyaknya kompartemen ini sangat membantu sebab traveling itu seperti pindahan rumah dan kita harus membawa banyak perabotan personal. Tentu kita ingin organisasinya baik dan Xpander Cross dapat digunakan untuk perjalanan yang panjang yang membutuhkan banyak kompartemen. Itu salah satu fitur paling penting kalau kita bicara traveling," tutur Nicholas.

Executive General Manager Sales & Marketing Division MMKSI Imam Choeru Cahya mengatakan sejak di-launching akhir November 2019, Xpander Cross terjual 2.121 unit hingga Desember 2019 dan sebanyak 1.812 unit pada Januari 2020. Secara total MMKSI telah menjual 3.933 hanya dalam waktu tiga bulan. "Jadi, saat ini masih sesuai ekspektasi," tutup Imam. (S-3)

BERITA TERKAIT