06 February 2020, 10:20 WIB

Suap untuk Kegiatan Safari Subuh Gubernur


M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

KEPALA Dinas (Kadis) Kesehatan Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep mengaku pernah diminta menyumbang hadiah saat kunjungan kerja (kunker) Gubernur Nonaktif Kepri Nurdin Basirun. Sumbangan itu untuk keperluan doorprize.

"Kalau saya hadir ada ajudan, Pak Tjetjep mau menyumbang apa untuk doorprize?" beber Tjetjep saat diperiksa untuk terdakwa Nurdin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, kemarin.

 Tjetjep mengaku permintaan itu disampaikan ajudan Nurdin, Zulkifli dan Yova sekitar 2018-2019. Tjetjep beberapa kali menyumbang sepeda.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Kepri Sardison juga berpartisipasi memberikan sepeda seharga Rp1,5 juta.

Salah satu kegiatannya ialah safari subuh. Kepala Dinas kerap memberikan sejumlah uang guna memeriahkan kegiatan sang Gubernur. Tak tanggung-tanggung, uang yang diberikan setiap kepala dinas mulai Rp1,5 juta hingga Rp85 juta.

"Tujuan saya bukan untuk pribadi beliau (Nurdin), saya selalu ikut serta dalam kegiatan masjid atau safari subuh. Beliau selalu menyumbang untuk pembangunan masjid dan sajadah," ungkap Tjetjep.

Uang Rp85 juta tersebut untuk dibagikan ke warga atau disumbangkan. Uang dari para kepala dinas tersebut diserahkan kepada staf Nurdin Ayub dan Kepala Bagian TU Pimpinan Nyi Osih. "Menyerahkan melalui staf Nyi Osih senilai Rp35 juta (bagian dari Rp85 juta) juga dengan tujuan yang sama dari uang pribadi juga," ujar Tjetjep.

Selain itu, Tjetjep juga mengaku pernah memberikan uang Rp50 juta untuk pembangunan sebuah masjid. Uang tersebut ia berikan ke Nurdin di Hotel Novotel, Nagoya, Batam.

"Suatu saat saya di Batam menyerahkan uang, saya titipkan bukan untuk beliau (Nurdin), tapi untuk sumbangan masjid," ungkap Tjetjep lagi.

Sebanyak empat kepala dinas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri bersaksi untuk terdakwa Nurdin, kemarin. Salah satunya ialah Tjetjep.

Selain Tjetjep, tiga lainnya yakni mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Azman Taufik, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil Sardison, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maifrizon. Mereka memberberkan kronologi suap ke Nurdin. (Iam/P-3)

BERITA TERKAIT