06 February 2020, 10:15 WIB

PSI Ancam tak Berikan Suara Jika Fit and Proper Test tak Digelar


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta mendukung adanya uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test dalam pemilihan wakil gubernur. Fraksi juga mengancam tidak akan memberikan suaranya pada pemilihan wagub apabila tidak diadakan fit and proper test. Adapun, dua cawagub yang bersaing ialah Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurmansjah Lubis, dan Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria.

"PSI masih mendorong adanya proses terbuka yaitu uji publik bahkan jika perlu debat di TV nasional," kata Ketua Fraksi PSI DKI Jakarta, Idris Ahmad saat dikonfirmasi, Kamis (6/2).

Baca juga: Data Nasabah Bank Dijual Seharga Rp100 Ribu

Sampai saat ini, pihaknya belum memutuskan untuk mendukung siapa dalam perebutan kursi DKI 2. Fraksi PSI paling gencar menyuarakan soal adanya fit and proper test. Menurut Idris, tes tersebut bisa menunjukkan kapasitas dua calon tersebut.

"Kami belum memutuskan kepada salah satu calon. PSI menilai butuh wakil untuk banyak kerja dan mengeksekusi wacana agar percepatan pembangunan segera terjadi," ujar Idris.

Untuk diketahui, PSI memiliki 8 suara, yang nantinya akan diputuskan secara bulat ke salah satu cawagub.

"Kami punya komitmen untuk mufakat untuk pilih salah satu calon. Harapan kami adalah proses yang terbuka. Kami memahami ini bukan (wagub) Pilkada, tapi kami rasa penting masyarakat untuk mengenal dan mendalami bagaimana potensi wagub itu," imbuh Idris Ahmad. (OL-6)

BERITA TERKAIT