06 February 2020, 09:00 WIB

Data Nasabah Bank Dijual Seharga Rp100 Ribu


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

SALAH satu pelaku pembobol rekening wartawan senior Ilham Bintang, Hendri Budi Kusumo, 24, yang merupakan karyawan bank acap menjual data nasabah. Satu data nasabah dijualnya seharga Rp100 ribu.

"Dia menjual seharga Rp100 ribu dari awal 2019 sampai Desember 2019," kata Kepala Unit (Kanit) 2 Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono saat dikonfirmasi, Kamis (6/2).

Data nasabah itu dijual Hendri menggunakan Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hendri bekerja di Bank BPR Bintara Pratama Sejahtera.

SLIK OJK itu berisi data pribadi korban. Seperti nomor telepon, nomor rekening, nomor kartu kredit, limit kartu kredit, limit rekening, dan NIK KTP.

Baca juga: Pembobol Rekening Ilham Bintang Lulusan SD

Hendro mengatakan, harga penjualan data nasabah turun sejak awal  2020. Per 6 Januari 2020, harga data nasabah menjadi Rp75 ribu. Turunnya harga data nasabah ini karena banyaknya permintaan dari otak pembobolan rekening Ilham, Desar alias Erwin.

"Jadi, dia menjual ke Desar Rp75 ribu per data satu nasabah. Keuntungan dari Januari 2019 sampai Februari 2020 kami rekap sekitar Rp400 sampai Rp500 juta," beber Hendro.

Ilham menjadi korban pembobolan rekening saat berada di Australia, 4 Januari lalu. Ilham mendapati ponselnya tidak mendapat sinyal meski sudah mendaftar masuk ke jaringan internasional.

Ilham tiba-tiba diberi tahu Commonwealth Bank bahwa ada transaksi pada 4 dan 5 Januari 2020 melalui nomor ponselnya. Ilham menyadari rekeningnya dibobol.

Wartawan senior itu mendapati seseorang yang mengaku sebagai dirinya mendatangi gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Banten, 3 Januari 2020. Orang itu meminta pengganti kartu subscriber identity module (SIM) milik Ilham.

Ilham langsung mengurus kartu setibanya di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. Dia melaporkan kasus ini dua hari setelahnya.

Kemudian, polisi berhasil menangkap pembobol rekening Ilham. Ada delapan tersangka diamankan, mereka yakni Desar, Hendri Budi Kusumo, Teti Rosmiawati, Wasno, Arman Yunianto, Jati Waluyo, Rifan Adam Pratama, dan Heni Nur Rahmawati.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 363 dan Pasal 263 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (OL-1)

BERITA TERKAIT