06 February 2020, 08:09 WIB

Harga Masker N95 Meroket, Dinkes DKI: Masker Bedah Biasa Cukup


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

FENOMENA merebaknya virus korona membuat masyarakat khawatir ikut tertular virus mematikan itu. Meskipun belum ada satu pun warga Indonesia yang positif terpapar virus korona, namun masyarakat sudah terlanjur fobia. Mereka memborong produk masker di toko-toko obat maupun swalayan untuk mencegah virus tersebut. Yang jadi incaran terbanyak adalah masker jenis N95. Masker yang memiliki bentuk melingkar dan lebih tebal dari masker pada umumnya. Harganya pun melambung seiring tingginya permintaan.

Melihat fenomena ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Octavia menyebut tidak perlu memburu masker N95 untuk mencegah tertular virus korona maupun virus-virus lain.

"Enggak perlu, itu masker N95 untuk petugas kesehatan. Kalau kita merawat di ruang isolasi pasien, nah, itu baru pakai APD lengkap, pakai N95," kata Dwi saat dihubungi, Rabu (5/2).

Dwi justru menyebut penggunaan masker beda yang berbahan kain tipis sudah cukup untuk melindungi dari paparan virus, asalkan dipakai dengan benar. Masker bedah yang dimaksud adalah yang memiliki bentuk persegi panjang dengan dua warna di dua sisinya yakni hijau atau warna lainnya di satu sisi. Dan warna putih di sisi lainnya.

"Kalau untuk penggunaan sehari-hari, masker bedah biasa," ungkapnya.

baca juga: Presiden: Virus Korona Pasti Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Ia belum akan melakukan program pembagian masker gratis. Sebab, masker bedah biasa saat ini masih mudah ditemui dan dijual bebas bahkan oleh pedagang kaki lima. Namun demikian, Dwi tetap menegaskan tidak cukup hanya dengan menggunakan masker untuk menangkal virus penyakit.

"Tetap harus menjaga kebersihan dan kesehatan. Itu yang paling baik," tegasnya.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT