06 February 2020, 08:15 WIB

Romney Beri Suara untuk Kubu Demokrat di Sidang Pemakzulan Trump


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dibebaskan dari dua dakwaannya, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres, dalam sidang Senat.

Dengan hasil tersebut, Trump menjadi presiden ketiga dalam sejarah AS yang dimakzulkan oleh DPR namun kemudian dibebaskan dalam sidang Senat.

Mayoritas suara dari para senator menilai Trump tidak bersalah atas kedua dakwaannya tersebut.

Hasil pemungutan suara terhadap dakwaan pertama, penyalahgunaan kekuasaan, adalah 52 suara menolak dakwaan dan 48 suara menerima. Sementara, untuk dakwaan kedua, menghalangi Kongres, adalah 53 suara menolak dan 47 suara menerima dakwaan tersebut.

Baca juga: Trump Dibebaskan dari Semua Dakwaan Pemakzulan

Dalam pemungutan suara tersebut, Senator Partai Republik Mitt Romney adalah satu-satunya yang pindah haluan ke pihak Demokrat, yakni memilih menyatakan Trump bersalah dalam dakwaan pertama dan tidak bersalah untuk dakwaan kedua.

Atas sikap tersebut, Romney pun menjadi satu-satunya senator dalam sejarah yang memilih melengserkan seorang Presiden yang berasal dari partainya sendiri dalam sidang pemakzulan.

"Saya mendukung banyak hal yang telah dilakukan Presiden. Tetapi janji saya di hadapan Tuhan untuk menegakkan keadilan mengharuskan saya mengenyampingkan perasaan pribadi dan bias politik saya," kata Romney, seperti dikutip The Guardian, Rabu (5/2).

"Presiden bersalah atas penyalahgunaan kepercayaan publik, merusak pemilihan untuk mempertahankan dirinya dalam jabatan mungkin merupakan pelanggaran paling kejam dan merusak sumpah jabatan," kata Romney. (The Guardian/OL-1)

BERITA TERKAIT