06 February 2020, 06:40 WIB

Drama Politik Warnai Pidato Trump


Nur Aivanni | Internasional

ACARA pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin menyajikan drama politik yang menguatkan perpecahan dua kubu, yaitu Partai Republik melawan Partai Demokrat.

Bermula ketika Trump memasuki gedung Kongres AS, tempat pidato akan dibacakan. Ia disambut di panggung oleh Wakil Presiden Mike Pence serta seteru politiknya, Ketua DPR Nancy Pelosi yang berasal dari Demokrat.

Pelosi sempat mengulurkan tangan untuk bersalaman. Namun, Trump malah berbalik tanpa menyambut uluran tangan tersebut.

Seperti diulas harian New York Times, Pelosi dengan cepat menarik tangannya kembali. Sambil mengangkat bahu dan menaikkan alis matanya, Pelosi seolah berkomentar bahwa setidaknya ia telah berusaha bersikap ramah.

Pelosi pun membalas tingkah Trump. Biasanya Ketua DPR mengawali acara dengan sambutan panjang lebar. Namun, kali ini Pelosi hanya mengatakan, "Para anggota Kongres, berikut ini Presiden Amerika Serikat."

Drama memuncak saat pidato yang disiarkan langsung itu berakhir. Pelosi mengambil kertas naskah pidato yang dibagikan, menyobeknya menjadi dua bagian lalu membuang ke meja yang ada di depannya. "Masih bagus saya hanya lakukan itu," cetus Pelosi kepada wartawan seusai acara.

Baik kubu Demokrat maupun Republik sama-sama mengomentari perseteruan kedua tokoh itu. Jim McGovern dari Demokrat, misalnya, menilai Trump tidak punya tata krama. "Seharusnya Trump menyambut ajakan jabat tangan itu," ujarnya.

"Kalau melihat isi pidato Trump yang lebih mirip kampanye pilpres dan mengundang perpecahan, sudah tepat kalau Ketua DPR menyobek naskah pidato itu," tambah McGovern.

Sebaliknya, politikus Republik mengecam aksi Pelosi. 'Memalukan. Dia tidak pantas jadi Ketua DPR', tulis Liz Cheney di Twitter.

"Pelosi dan Demokrat tidak tahan mendengar keberhasilan pemerintahan Trump," tambah Brad Parscale, manajer tim kampanye Trump. (AFP/Nur/X-11)

 

 

BERITA TERKAIT