06 February 2020, 05:00 WIB

Satelit Satria Ditargetkan Beroperasi 2022


(Ifa/H-3) | Humaniora

PEMERINTAH menargetkan financial closing proyek satelit Republik Indonesia (Satria) dapat dilakukan pada kuartal perta-ma 2020. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, kemarin.

"Ini hanya mungkin dilakukan jika konstruksinya sudah dimulai pada kuartal pertama 2020 ini sehingga dalam dua tahun ke depan penempatan satelit itu bisa dilakukan," jelas Johnny saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, di Senayan, Jakarta.

Satelit Satria yang dibangun oleh badan usaha pelaksana PT Satelit Nusantara 3 memiliki capital expenditure sebesar Rp6,4 triliun dengan masa konsesi 15 tahun dan biaya ketersediaan layanan per tahun sekitar Rp1,4 triliun. "Satelit ini punya kapasitas 150 GB per detik atau enam kali lebih kapasitas dari lima satelit yang ada saat ini," ujar Johnny.

Besarnya kapasitas satelit ini diharapkan bisa menutup wilayah-wilayah blindspot di Indonesia, khususnya di Indonesia bagian timur. "Jika nanti beroperasi, satelit ini akan multifungsi," kata anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal. (Ifa/H-3)

BERITA TERKAIT