05 February 2020, 21:35 WIB

Peta Cawagub DKI Bisa Berubah Karena NasDem dan PKS


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menhjadi calon terkuat wakil Gubernur DKI Jakarta. Kendati demikian, kata pengamat politik Hendri Satrio, politikus PKS Nurmansjah Lubis masih memiliki peluang.

Pasalnya, ia melihat hubungan Partai NasDem dan PKS yang belakangan baik bisa membuat peta politik cawagub DKI Jakarta.

"Minimal PKS ada tambahan suara dari NasDem. Nah, kemudian menurut saya masih berpeluang calon PKS walaupun Gerindra di atas angin," kata Hendri saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (5/2).

Diketahui, perolehan kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta diraih oleh PDIP dengan 25 kursi. Lalu diikuti oleh Gerindra dengan 19 kursi. Suara ketiga terbanyak diraih PKS dengan 16 suara.

Suara keempat diraih Demokrat dengan 1, PAN dengan 9 kursi, PSI dengan 8 kursi lalu NasDem sendiri meraih 7 kursi, Golkar dengan 6 kursi. PKB dengan 5 kursi dan PPP dengan 1 suara.

Sampai saat ini, Riza Patria berpeluang mendapat dukungan dari PAN dan Partai Golkar. Hal itu berdasarkan statement dari kedua ketua fraksi saat Riza menyambangi ke fraksi-fraksi DPRD. Namun, hal itu juga belum diketahui apakah Riza mendapat suara bulat dari Fraksi PAN dan Golkar.

"Kalau dilihat semuanya ini masih imbang ini, Riza dan Nurmansjah Lubis. Perhari ini Riza tidak bisa disebutkan di atas angin karena imbang. Nurmansjah menarik dukungan Anies baswedan dan dukungan anggota DPRD Jakarta," jelas Hendri.

Mekanisme pemilihan wagub, jelas Hendri, sebaiknya dilakukan secara tertutup agar masing-masing anggota DPRD bisa menyalurkan ekspresi

"Kalau terbuka enggak bisa nanti terlihat kekompakan partai politik," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT