05 February 2020, 20:23 WIB

Dampak Virus Korona, Penutupan Kota di Tiongkok Meluas


Nur Aivanni | Internasional

JUTAAN warga Tiongkok diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah sementara pemerintah berjuang untuk menghentikan penyebaran virus korona (2019-nCov) yang telah menelan korban jiwa hampir 500 orang.

Dengan adanya 24.000 kasus lebih terkait virus korona di Tiongkok, semakin banyak kota memberlakukan sejumlah pembatasan dalam beberapa hari terakhir.

56 juta penduduk di Hubei telah dikunci sejak pekan lalu. Di Hangzhou, sekitar 175 kilometer barat daya Shanghai, pagar hijau memblokir jalan-jalan dekat kantor pusat teknologi terbesar di Tiongkok, Alibaba.

Perusahaan Alibaba nampak tutup, sementara kurir keluar-masuk dekat area perumahan untuk mengantarkan bahan makanan.

Kantor Alibaba berada di dalam satu dari tiga distrik yang diberitahukan bahwa hanya satu orang per rumah tangga yang diizinkan keluar rumah setiap dua hari untuk membeli kebutuhan mereka.

Baca juga : Presiden : Kebijakan soal Virus Korona demi Kepentingan Nasional

"Tolong jangan keluar (rumah), jangan keluar, jangan keluar!" bunyi pesan yang berasal dari pengeras suara, seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/2).

Warga pun diminta untuk menggunakan masker, mencuci tangan secara teratur dan melaporkan jika ada warga yang dari Hubei.

Setidaknya, tiga kota lain di Provinsi Zhejiang timur, seperti Taizhou, Wenzhou dan beberapa bagian Ningbo telah menerapkan langkah yang serupa.

Di Provinsi Henan, yang berbatasan dengan Hubei, sebuah distrik di Kota Zhumadian memutuskan bahwa hanya satu orang yang bisa meninggalkan rumah setiap lima hari. Warga di sana pun telah ditawari hadiah berupa uang tunai jika mereka memberitahu ada warga yang berasal dari Hubei. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT