06 February 2020, 02:00 WIB

Katy Perry Ingin Lindungi Anak-Anak


Indrastuti | Hiburan

PANGERAN Charles dari Kerajaan Inggris memercayakan penyanyi pop Katy Perry, 35, untuk menjadi Duta Besar British Asian Trust guna membantu perjuangannya melawan perdagangan anak. Penunjukan Perry diumumkan pada jamuan makan malam tahunan Trust di London's Banqueting House di Inggris, kemarin.

"Saya merasa terhormat ditunjuk sebagai duta besar untuk Dana Perlindungan Anak-Anak British Asian Trust," ujar Perry dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters.

Dengan titel barunya itu, Perry pun berharap dapat membantu anak-anak yang termasuk kelompok rentan diperdagangkan. Bergaun biru panjang, Katy Perry tampak berseri-seri saat memberikan pidatonya.

Jamuan makan malam tahunan Trust itu juga dihadiri para menteri dan dermawan Inggris. Badan amal yang turut didirikan Pangeran Charles itu bertekad fokus pada langkah-langkah antiperdagangan anak dan rencana untuk memerangi pekerja anak.

Sebelumnya, saat bertemu dengan pewaris takhta Inggris itu pada pertemuan para pendukung dan penasihat Trust, Perry mengaku terkesan dengan misi yang dibawa badan amal tersebut. Pertemuan itu berlangsung pada November 2019 di Mumbai, India. "Saya terkesan dengan rencana kuat mereka, dari inisiatif di lapangan hingga penggalangan dana, yang akan bertujuan untuk memotong setengah perdagangan anak," kata Perry.

Pelantun Roar dan Dark Horse itu mengaku terpanggil untuk memberikan kontribusinya pada masalah perdagangan anak yang terus terjadi. "Saya ingin menjadi bagian dari solusi perdagangan anak," seru tunangan aktor Orlando Bloom itu.

Badan amal British Asian Trust didirikan Prince of Wales dan sekelompok pemimpin bisnis Asia Inggris yang terkemuka pada 2007. Lembaga ini memiliki misi ingin mengatasi meluasnya kemiskinan dan kesulitan di Asia Selatan, jutaan orang saat ini menjadi sasaran. Diyakini ada 5,8 juta anak yang bekerja dalam kerja paksa di India, banyak yang harus bekerja 15 jam sehari.

 

Istimewanya India

Dengan penunjukan ini, ada dua tugas besar yang diemban Katy Perry. Saat ini Perry tercatat menjadi Duta Besar Unicef, organisasi anak-anak milik Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selama menjadi Duta Besar Unicef, Katy Perry telah mendatangi sejumlah negara di berbagai belahan dunia, termasuk India. Itu, diakuinya, telah membuka matanya untuk memberikan perhatian lebih pada anak-anak. "Dan India telah lama memegang tempat khusus di hati saya," ucap juri tamu di American Idol itu.

Saat ini Katy Perry tengah disibukkan dengan kelanjutan dari album Witness-nya, setelah merilis tiga single pada 2019, yaitu Small Talk, Never Really Over, dan Harleys in Hawaii. Dikutip dari laman Forbes, album miliknya digadang-gadang menjadi salah satu dari delapan album pop yang paling dinanti-nantikan tahun ini.

Pada 2018, majalah Forbes menobatkan Katy Perry sebagai musikus perempuan dengan pendapatan tertinggi sebesar Rp1,2 triliun, bersaing dengan Taylor Swift yang hanya Rp1,16 triliun.

Dalam periode tersebut, Katy diketahui tampil dalam 80 sesi panggung musik Tur Witness dengan pemasukan US$1 juta lebih atau sekitar Rp14,6 miliar untuk sekali konser. Selain itu, pelantun Roar itu juga menjadi juri program TV American Idol terbaru dengan bayaran tinggi. (H-2)

BERITA TERKAIT