05 February 2020, 18:46 WIB

BI Sebut Virus Korona Ganggu Pasar Keuangan Indonesia


Despian Nurhidayat | Ekonomi

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut penyebaran virus korona di berbagai negara telah berdampak pada pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, kekhawatiran pasar membuat investor di berbagai negara menarik modalnya dari Indonesia.

“Bank Sentral selalu menjaga pasar, di waktu yang baik maupun buruk. Termasuk sekarang, saat terjadi arus modal ke luar dari dampak virus korona yang mengganggu stabilitas pasar,” ungkap Perry dalam acara Mandiri Investment Forum 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2).

Baca juga: Penyertaan Modal Negara di Jamkrindo Hasilkan Rp10,7 Triliun

Lebih lanjut, Perry menegaskan, bahwa bank sentral akan terus menjaga fundamental dan stabilitas ekonomi dalam negeri salah satunya dengan membeli surat utang pemerintah sebesar Rp25 triliun. Menurutnya, langkah ini dapat mengantisipasi dampak virus korona secara jangka pendek ke perekonomian Indonesia.

“BI juga menstabilisasi surat utang pemerintah. Anda tahu berapa banyak bonds yang telah kita beli dari pemerintah dengan arus modal ke luar tahun ini? Angkanya mendekati Rp25 triliun,” pungkasnya.

Saat ini, virus korona telah menyebar ke hampir 10.000 orang di seluruh dunia. Tercatat jumlah kematian di Tiongkok naik menjadi 213 orang dan meningkatkan kekhawatiran global.

Berpusat di Tiongkok, kasus infeksi virus corona memang dilaporkan telah terjadi di negara-negara lain. Hingga hari Jumat (31/1), setidaknya sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi terjadinya infeksi virus korona di wilayah mereka. Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, AS, Vietnam, Prancis, Jerman, Inggris, Nepal, dan Kanada termasuk ke dalam daftar negara yang sudah melaporkan infeksi virus korona. (OL-6)

BERITA TERKAIT