05 February 2020, 18:40 WIB

Penyertaan Modal Negara di Jamkrindo Hasilkan Rp10,7 Triliun


Faustinus Nua | Ekonomi

Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Randi Anto mengungkapkan bahwa  nilai penyertaan modal negara (PMN) hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp10,7 triliun. Hal itu merupakan pengembangan dari PNM yang diterima Jamkrindo dari pemerintah sejak terakhir 2015.

"Terakhir kita dapat PMN itu  2015, totalnya jadi  Rp7,5 triliun dan hingga akhir tahun 2019 berkembang menjadi Rp10,7 triliun," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Rabu (5/2).

Dari dana segar yang dikucurkan pemerintah pada  2015, perusahaan mencatat akumulasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijamin mencapai Rp310 triliun dengan jumlah UMKM yang dijamin 17,19 juta.

"Dari akumulasi KUR dan UMKM yang dijamin, kita mencatat turut menyerap tenaga kerja sebanya 25,95 juta orang," tambahnya.

Disamping itu, selama 5 tahun terakhir perusahaan secara konsisiten mencatat kinerja positif. Modal perusahaan pada 2015  tercatat  Rp11,6 triliun dan tumbuh menjadi Rp17,6 triliun di 2019.

"Ekuitas (tahun 2015) Rp9,6 triliun dan tumbuh menjadi Rp9,7 triliun (2019). Pendapatan tahun 2015 sekitar Rp2,2 triliun menjadi Rp3,4 triliun dengan laba setealh pajak di akhir 2019 mencapi Rp615 miliar," paparnya.

Dia menambahkan bahwa Jamkrindo mempunyai misi sesuai penugasan pemerintah untuk mendukung UMKM. Untuk itu yang dilakukan perusahaan adalah menjamin KUR yang dialokasikan kepada UMKM.(Van/E-1)

BERITA TERKAIT