05 February 2020, 10:05 WIB

Sektor Privat Bagian dari Generasi Kesetaraan di Bidang Ekonomi


Deri Dahuri | Humaniora

HARI Perempuan Sedunia yang diperingati pada 8 Maret mendatang, tidak terlepas dari semangat merayakan capaian perempuan di berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah di bidang ekonomi.

“Atensi sektor privat, salah satu motor penggerak roda perekonomian, kepada perempuan sebagai pekerja menunjukkan perkembangan yang semakin positif," ujar Maya Juwita, Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE). di Jakarta, Rabu (5/2)

"Hal ini ditandai dengan terus bertambahnya perusahaan yang menjadi anggota IBCWE atau sekedar mengajukan kerja sama dalam kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran publik akan hak perempuan,” kata Maya Juwita.

Sejak didirikan oleh delapan perusahaan terkemuka di Indonesia dengan dukungan pemerintah Australia melalui AUSAid pada tahun 2016, IBCWE kini telah beranggotakan 21 perusahaan.

“Pertengahan tahun ini sembilan perusahaan lainnya diprediksi akan masuk dalam keanggotaan,” seambung Maya di sela-sela kesibukan mempersiapkan HeForShe Run 2020 yang merupakan event terbesar IBCWE untuk merayakan Hari Perempuan Internasional.   

IBCWE atau Perkumpulan Perusahaan untuk Pemberdayaan Perempuan merupakan organisasi non-pemerintah berbentuk koalisi perusahaan dengan misi mengajak perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja serta berkomitmen dan berkontribusi kepada pemberdayaan ekonomi perempuan.

Salah satu capaian IBCWE dalam upaya memperbaiki sistem dan lingkungan operasional perusahaan yang sensitif gender bagi pekerja perempuan dan laki-laki adalah melalui asesmen kesetaraan gender.  

“Di tahun 2020, akan diterapkan pilot project penerapan GEARS (Gender Equality Assessment Results and Strategies) di sejumlah perusahaan di Indonesia, Filipina, Vietnam dan Myanmar," kata Maya.

"Di Indonesia, IBCWE akan melakukan di tiga perusahaan. Langkah ini diharapkan akan memberikan gambaran komparatif bagaimana kondisi kesetaraan gender di perusahaan di empat negara tersebut,” ucap Maya. (OL-09)

BERITA TERKAIT