05 February 2020, 16:35 WIB

Wapres: Turunkan Angka Stunting, Pemerintah Lakukan Regionalisasi


Emir Chairullah | Humaniora

WAKIL Presiden, Ma’ruf Amin, mengungkapkan pemerintah bakal menerapkan regionalisasi dalam proses menurunkan angka stunting (kekerdilan) di Indonesia. 

“Jadi kita bagi per regional dan nanti kita tugaskan siapa leading sector-nya, apa yang harus ditangani dan caranya gimana, dan targetnya dibuat,” kata Wapres kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (5/2).

Baca juga: Mahasiswi Indonesia Tengah Diobservasi di Natuna

Wapres menyebutkan saat ini pemerintah masih megindentifikasi adanya wilayah yang tingkat stuntingnya masih tinggi. Bahkan, ada wilayah kabupaten yang stunting 40% atau di atas angka nasional sebesar 27%. 

“Karena itu kita lakukan langkah koordinasi dan kerja yang terarah secara regional,” ujarnya.

Pemerintah, ungkap Wapres, berencana menurunkan angka stunting menjadi 14% pada 2024. Karena itu, diperlukan adanya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam program tersebut.

Rencananya pada tahun ini pemerintah berusaha menurunkan angka stunting menetapkan 160 kabupaten prioritas. Untuk mencapai target Presiden Jokowi, pada 2020 terdapat 260 kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan stunting. Selanjutnya pada 2021 ditetapkan 360 kabupaten/kota wilayah prioritas penanganan stunting, serta 514 kabupaten/kota pada 2023 dan 2024. (OL-6)

BERITA TERKAIT