05 February 2020, 16:25 WIB

Perbankan Diimbau Lanjutkan Penurunan Suku Bunga


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengimbau seluruh pelaku industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya. Hal ini dilakukan lantaran bunga acuan BI sudah turun sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang tahun 2019.

"Tahun lalu, kita menurunkan suku bunga 4 kali. Tentu saja kami tetap berusaha meminta bank memangkas suku bunganya," ungkap Perry dalam acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2).

Pelonggaran moneter itu secara berturut diputuskan dalam RDG Juli, Agustus, September, dan Oktober 2019 dengan masing-masing sebesar 25 bps, setelah sepanjang paruh pertama tahun 2019 memutuskan menahan suku bunga acuan.

Perry mengaku bahwa BI akan terus mengupayakan kebijakan akomodatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank sentral juga dikatakan masih optimis pertumbuhan kredit perbankan masih akan positif hingga double digit di sepanjang tahun 2020

"Prediksi kredit tumbuh 10% karena dibantu kebijakan yang akomodatif. Untuk medium term outlook, satu sektor penunjang adalah reformasi struktural,"  tegasnya.

Dalam Rapat Dewan Gubernur BI terakhir di Januari lalu,tercatat  pertumbuhan kredit perbankan 2019 sebesar 6,08% sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,54%. Di tengah pertumbuhan kredit yang belum kuat, sumber pembiayaan ekonomi lain seperti penerbitan baru obligasi korporasi dan Fintech tumbuh tinggi masing-masing sebesar 7,6% dan 141,5%.

Likuiditas di pasar uang dan perbankan memadai, tercermin pada rerata harian volume PUAB Desember 2019 tetap tinggi sebesar Rp17,60 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap besar yakni 21,10% pada November 2019. Transmisi suku bunga ke pasar uang berjalan cukup baik, tercemin pada penurunan suku bunga PUAB tenor 1 minggu sebesar 111 bps menjadi 5,06% dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu sebesar 117 bps menjadi 5,07% sejak akhir Juni 2019. Selain itu, transmisi ke suku bunga perbankan juga berlanjut, meskipun belum optimal. Rerata tertimbang suku bunga deposito pada Desember 2019 tercatat 6,31%, turun 52 bps sejak akhir Juni 2019 sebelum BI7DRR mulai diturunkan pada bulan Juli 2019.

Suku bunga kredit modal kerja turun 33 bps sejak akhir Juni 2019 atau 47 bps sejak Januari 2019 menjadi 10,09% pada Desember 2019. Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2019 bergerak sejalan dengan pola pertumbuhan ekonomi, yakni masing-masing 10,52% (yoy) dan 7,11% (yoy).

Pada tahun 2020, berbagai sumber pembiayaan diprakirakan membaik sejalan prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan kredit dan pertumbuhan DPK yang masing-masing dalam kisaran 10-12% dan 8-10%.  (Des/E-1)

 

 

 

BERITA TERKAIT