05 February 2020, 15:55 WIB

Dituding Lambat, Jepang Siapkan Feri Sewaan untuk Karantina 


Retno Hemawati | Internasional

MILITER Jepang mempersiapkan kapal feri sewaan, pada Rabu, untuk digunakan sebagai kapal karantina yang dapat menampung ratusan pasien yang diduga terpapar virus korona mengingat jumlah orang yang terinfeksi di negara itu meningkat.

Kapal Hakuo seberat 17.000 ton itu berlabuh di pangkalan angkatan laut Yokosuka dekat Tokyo, yang juga merupakan pelabuhan asal kapal induk Ronald Reagan dari AS. Jika digunakan, kapal itu bisa menampung lebih dari 94 orang. "Sekitar 300 orang dapat tinggal dengan nyaman di kapal dan memiliki kapasitas maksimum untuk 500 orang, meskipun itu berarti antrean untuk mandi dan fasilitas lainnya," kata seorang pejabat Pasukan Bela Diri Jepang kepada Reuters.

Persiapan di atas kapal Hakuo dimulai ketika otoritas kesehatan menempatkan lebih dari 3.500 orang selama dua minggu masa karantina di kapal pesiar yang berlabuh di Jepang, setelah para pejabat kesehatan mengkonfirmasi bahwa 10 orang di kapal itu dinyatakan positif terkena virus korona dan lebih banyak kasus mungkin terjadi.

Pemerintah Jepang telah dikritisi karena terlalu lambat untuk menanggapi krisis kesehatan. Tidak seperti negara lain, Jepang belum secara paksa mengkarantina orang yang mungkin membawa virus korona, termasuk warga Jepang yang kembali dengan penerbangan evakuasi dari Wuhan di Tiongkok tengah, tempat epidemi berasal.

Jepang memiliki 33 kasus virus korona tipe baru yang dikonfirmasi sejauh ini, termasuk 17 orang yang berada di Wuhan dan 10 orang di kapal pesiar.

Sejak Sabtu, Jepang telah menolak masuknya warga negara asing yang telah mengunjungi Provinsi Hubei, di mana Wuhan berada, dan dapat memperluas larangan itu ke bagian lain di Tiongkok.

Orang-orang yang dikarantina di Kapal Hakuo akan tinggal selama sekitar 10 hari dan dilengkapi dengan komputer tablet dan akses Wifi untuk membantu mereka menghabiskan waktu, kata pejabat pertahanan Jepang.

Masing-masing akan diberikan perlengkapan mandi dan kebutuhan lainnya selama mereka tinggal, dengan makanan dibawa ke kamar mereka, tambahnya. (Reuters/Ant/OL-12)    

BERITA TERKAIT