05 February 2020, 15:35 WIB

PKL Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta Sepakat Direlokasi


Retno Hemawati | Nusantara

USAI pengerjaan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta kelak, para pedagang kaki lima (PKL) dari simpang Jembatan Gondolayu hingga Tugu, tidak lagi diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut. Mereka diharapkan bisa menempati los yang masih kosong di pasar tradisional. “Kalau diperkenankan dan ada los yang masih kosong di pasar tradisional, kami berharap PKL tersebut bisa masuk untuk menempati los tersebut,” kata Camat Jetis Sumargandi usai sosialisasi di Yogyakarta, Rabu (5/2).

Pasar tradisional yang dimaksud, lanjut Sumargandi, tidak hanya terbatas pada pasar tradisional yang berada dekat dengan Jalan Jenderal Sudirman yaitu Pasar Kranggan, tetapi seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Yogyakarta. "Saat ini, sebagian besar PKL yang ada di penggal Jalan Sudirman berjualan makanan meskipun ada juga yang berjualan koran,” katanya.

Sumargandi mengatakan, PKL yang terdampak revitalisasi trotoar Jalan Sudirman sudah memahami kondisi tersebut dan tidak keberatan jika nantinya masuk ke dalam pasar. "Tentunya, ada beberapa PKL yang perlu menyesuaikan barang dagangan yang nantinya dijual apabila mereka bisa masuk ke pasar tradisional. Penyesuaian juga dilakukan untuk jam berjualan,” katanya yang menyebut ada 18 PKL terdampak revitalisasi.

Pemilihan relokasi ke pasar tradisional, lanjut dia, dilakukan karena ruas jalan di Kecamatan Jetis rata-rata sudah tidak memungkinkan untuk penambahan PKL baru. “Kalau nanti PKL harus mencari lokasi sendiri dan mengurus izin dari awal mungkin justru merepotkan. Ini kami upayakan dan fasilitasi untuk masuk ke pasar tradisional,” katanya.

Sedangkan selama pekerjaan revitalisasi, Sumargandi mengatakan, perlu koordinasi dengan pelaksana proyek untuk memastikan apakah PKL masih bisa berjualan atau tidak. “Perlu melihat kondisi di lapangan dan koordinasi dengan pelaksana proyek,” katanya. (OL-12)    

BERITA TERKAIT