05 February 2020, 11:25 WIB

Berobat Kusta Bisa di Puskesmas dan Gratis


Atalya Puspa | Humaniora

KUSTA atau lepra merupakan salah satu penyakit tertua dalam sejarah yang disebabkan bakteri bernama Mycobacterium leprae dengan masa inkubasi rata-rata 3-5 tahun.

Penyakit menular ini bisa disembuhkan bila diobati sejak dini. Sebaliknya, jika tidak segera diobati, kusta dapat menyebabkan kecacatan, kelumpuhan tangan dan kaki, serta kebutaan.

Komite Ahli Eliminasi Kusta dan Frambusia Sri Linuwih Melaidi mengatakan, kusta menular melalui udara dan jika ada kontak langsung dengan penderita yang belum diobati.

“Kelainan kulitnya sangat mirip dengan penyakit kulit yang lain. Mirip panu, kurap, eksim. Keterlambatan akan kesadaran ini menyebabkan rantai penularan berlangsung sehingga kumannya tetap ada,” ungkapnya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1), saat diskusi Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) yang diperingati setiap 27 Januari.

Gejala awal kusta dimulai dengan munculnya bercak putih atau merah pada kulit dan sensasi mati rasa karena kerusakan saraf di bawahnya. Kusta dapat menyerang kulit manusia di bagian mana pun. Karena lamanya masa inkubasi, dokter sulit menentukan kapan dan di mana infeksi itu berawal.

Penyakit ini menginfeksi saraf dan kulit, tetapi jarang terdeteksi karena minimnya rasa sakit yang ditimbulkan. “Makanya harus segera dikenali dan diobati agar tidak menular,” ucapnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan penderita kusta terbanyak di dunia, dengan kemunculan kasus terbanyak di Indonesia Timur.

Berdasarkan hasil Riskesdas sepanjang 2019 terdapat sebanyak 19.640 penderita kusta di Indonesia, dengan prevalensi 0,73 per 10.000 penduduk.  Minimnya temuan kasus pun jadi masalah.

Hingga kini, Indonesia baru bisa mengeliminasi penyakit kusta di 132 kabupaten/ kota dari 514 kabupaten/kota. “Jadi, kita mendorong semua pihak untuk cepat mendapatkan temuan kasus, melakukan pengobatan. Kita harus mengurangi angka kecacatan,” kata Anung.

Masyarakat, katanya, tak perlu khawatir soal biaya pengobatan kusta karena obatnya gratis dan bisa didapatkan di puskesmas. Kusta dapat disembuhkan dengan pengobatan multi drug treatment (MDT). Lama pengobatan kusta berlangsung 6 bulan untuk tipe PB (pausibasiler) dan 12 bulan untuk tipe MB (multibasiler).

Untuk memutus rantai penularan dan mencegah kusta, masyarakat dianjurkan untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat. Pasalnya, penyakit kusta muncul akibat lingkung­an yang kotor. (Ata/H-2)

 

BERITA TERKAIT