05 February 2020, 08:35 WIB

Kalau Teman Menyemangati, Saya Yakin Bisa Sehat


Siswantini Suryandari/X-7 | Humaniora

"SEHAT semua! Ayo semangat, semangat Ibu-Ibu. Jangan patah semangat," ajak sekelompok penyintas kanker untuk menyemangati para pasien yang terbaring di ranjang mereka di Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam, Jakarta, kemarin.

Keriuhan di bangsal-bangsal itu juga menjadi perhatian para penjenguk dan perawat. Mereka ikut menyemangati para pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan. Kegiatan para penyintas itu dilakukan bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia 2020.

Pagi itu sekelompok perempuan di ruangan kosong dekat polionkologi di MRCCC Siloam, Jakarta, memang tengah sibuk berlatih menyanyi. Mereka membawakan beberapa lagu untuk teman-teman mereka yang saat ini dalam perawatan. Kelompok penyanyi dadakan itu ialah para penyintas kanker yang menghibur para pasien.

"Saling menyemangati dan berbagi kebahagiaan," kata Santi, salah satu penyintas yang mendadak jadi penyanyi.

Di saat jam besuk, rombongan itu masuk ke bangsal-bangsal, menyapa, mengirim bunga, gelang karet ungu simbol solidaritas kanker, hingga nyanyian yang membuat para pasien tersenyum bahagia, bahkan suasana jadi mengharukan.

"Kalau melihat ada teman menyemangati, saya pun menjadi makin yakin bisa sehat," kata Maria, salah satu pasien kanker.

Semangat menyambut Hari Kanker Sedunia juga dirasakan para pasien yang sedang menjalani rawat jalan. Sejumlah pegawai rumah sakit turut membagikan apel kepada para pasien.

"Ibu, dalam menyambut Hari Kanker Sedunia, kami membagikan apel untuk para pasien. Cepat sembuh dan sehat seterusnya," kata seorang pegawai sambil membagikan apel.

Sejumlah pasien pun menyambut dengan senyum gembira, bahkan mereka berfoto bersama para pegawai.

"Terima kasih. Amin sehat semuanya. Hal ini membuat kami selalu semangat. Perhatian sekecil apa pun bikin senang," kata seorang ibu penerima apel sambil menjabat tangan pegawai tersebut.

Peringatan Hari Kanker Sedunia diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC). Sejarah Hari Kanker Sedunia dibuat pada 2000 dan telah tumbuh menjadi gerakan positif.

Gerakan itu menyatukan semua orang dengan berbagai keahlian untuk memerangi kanker. Pada 4 Februari 2000, Hari Kanker Sedunia ditulis dalam Charter of Paris Against Cancer (Piagam Paris Melawan Kanker).

Tema tahun ini I Am and I Will, sama seperti 2019 dan 2021. Tema itu dipilih untuk mengingatkan individu berkomitmen melawan kanker.

Kegiatan menghibur pasien kanker juga dilakukan Yayasan Rumah Cinta Kanker Anak, Bandung, Jawa Barat. (Siswantini Suryandari/X-7)

BERITA TERKAIT