05 February 2020, 07:30 WIB

Masyarakat Diminta Tenang


Andhika Prasetyo | Humaniora

WARGA Indonesia di mana pun berada diminta bersikap tenang dan tidak panik dalam menyikapi perkembangan virus korona.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya perlindungan dan pencegahan agar virus tersebut tidak masuk dan mewabah di seluruh wilayah Indonesia.

"Kepada seluruh rakyat di mana pun berada tidak perlu panik karena kita telah mengambil langkah-langkah yang tegas," kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas terkait dengan kesiapan menghadapi dampak virus korona di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Jokowi melanjutkan pemerintah telah menutup akses bagi warga negara Tiongkok masuk ke Indonesia. Fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga 'Negeri Tirai Bambu' pun dihentikan untuk sementara. Bahkan, individu yang tercatat berada di Tiongkok selama 14 hari tidak diperkenankan masuk dan transit ke Indonesia.

Selain lalu lintas manusia, pemerintah juga membatasi pergerakan barang. Negara menutup sementara impor produk hewani yang berasal dari Tiongkok. Penerbangan dari dan menuju Tiongkok untuk sementara juga ditiadakan.

"Hal itu akan melindungi rakyat Indonesia dari penyebaran virus korona. Perlindungan juga diberikan kepada WNI di Hubei. Evakuasi terhadap 238 WNI berjalan lancar dan kini mereka masih menjalani observasi di Natuna," lanjut Kepala Negara.

Presiden Jokowi meminta para menteri ekonomi mulai mengalkulasi dampak virus korona terhadap perekonomian. "Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia dengan pangsa 16,6% sekaligus negara asal impor terbesar bagi Indonesia."

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, mengatakan pihaknya telah memeriksa 38 spesimen dari berbagai rumah sakit di Tanah Air, tapi semuanya dinyatakan negatif virus korona.

1 WNI terinfeksi

Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, mengimbau masyarakat di mana pun, termasuk Indonesia, tidak bereaksi berlebihan dalam menyikapi penanganan dan pencegahan virus korona.

"Kami sangat percaya diri dan mampu untuk pada akhirnya berhasil mengontrol dalam memerangi virus korona. Virus korona telah menyebar ke 31 provinsi, munisipalitas, dan daerah otonomi di Tiongkok, Hong Kong, dan Makau, serta lebih dari 20 negara lain," ujar Xiao Qian, kemarin.

Di sisi lain, KBRI di Singapura mengonfirmasi seorang perempuan WNI berusia 44 tahun terinfeksi virus korona. Kini, pekerja rumah tangga itu dalam penanganan tim medis Singapore General Hospital.

"Kami imbau semua WNI di Singapura tetap waspada, menjaga kesehatan, kebersihan, dan memperhatikan imbauan pemerintah Singapura melalui Kementerian Kesehatan," demikian rilis KBRI Singapura yang diterima Media Indonesia, tadi malam.

Hingga kemarin, korban meninggal mencapai 426 orang. Sebanyak 424 di Tiongkok, 1 di Hong Kong, dan 1 di Filipina. Pihak berwenang Tiongkok mengonfirmasi tambahan 2.345 kasus di Hubei. Dengan demikian, jumlah orang terpapar menjadi 13.522. Otoritas kesehatan setempat mengatakan 10.990 pasien dirawat di rumah sakit di Hubei, termasuk 576 orang kritis. (Fer/Hym/OL/AS/KG/X-3)

BERITA TERKAIT