05 February 2020, 06:10 WIB

Pembakar Sekolah Beraksi di Hulu Sungai tengah


MI | Nusantara

DUA tahun lalu, dengan alasan demi mendapat perhatian dari gubernur, seorang anggota DPRD di Kalimantan Tengah, mendalangi pembakaran tujuh sekolah di Palangka Raya. Kasus yang tidak mudah hilang dari ingatan itu, sepertinya terulang lagi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Senin (3/2), tiga sekolah di Barabai, ibu kota kabupaten, diduga dibakar. Dua sekolah, yakni SDN 1 dan SDN 2 Barabai Timur, hanya terbakar pada bagian pintu kelas dan musala. Sementara itu, Madrasah Aliyah Negeri 1 Barabai lebih parah karena sembilan ruang kelas, laboratorium komputer, dan puluhan komputer terbakar habis.

"Kami masih menyelidiki kasus kebakaran ini. Untuk sementara memang ada dugaan kejadian ini disengaja," ujar Kepala Polres Hulu Sungai Tengah, AKB Danang Widaryanto, kemarin.

Dugaan itu terkuak karena dalam kejadian di sekolah SDN 1 dan SDN 2 Barabai Timur ditemukan bukti sapu serta pintu ruang kelas dan musala yang terbakar. Lokasi dua sekolah ini berdekatan, sedangkan kejadian di MAN 1 Barabai menimbulkan kerugian mencapai ratusan juga rupiah.

Wakil Bupati Berry Nahdian Forqan mengaku menyerahkan pengusutan kasus ini kepada aparat yang berwenang. "Kasus ini harus diusut tuntas. Kami belum tahu motifnya karena masih dalam penyelidikan kepolisian."

Dia berharap kasus kebakaran itu tidak mengganggu persiapan pelaksanaan ujian nasional yang akan digelar dalam waktu dekat.

Teror pembakaran gedung sekolah itu dimungkinkan bisa terulang di lokasi lain. Karena itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Chairiah, meminta seluruh sekolah lebih waspada. "Semua kepala sekolah dan guru harus meningkatkan kewaspadaan."

Sebelumnya, 7 SD dan 1 SMK di Palangka Raya juga dibakar, Agustus 2017. Aksi itu didalangi Yansen Binti, anggota DPRD Kalimantan Tengah. (DY/SS/N-2)

BERITA TERKAIT