04 February 2020, 22:52 WIB

Menag Ingatkan Soal Toleransi di Perayaan Imlek MATAKIN


mediaindonesia.com | Humaniora

MENTERI Agama Fachrul Razi menghadiri Perayaan Hari Raya Tahun baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

“Kami senang berada ditrengah-tengah teman khonghucu. Banyak sudah yang dilakukan teman-teman khonghucu untuk bangsa ini,” kata Menag dalam keterangan tertulisnya.

Tema Imlek 2571 Kongzili adalah ‘Wibawa kebajikan menumbujkan takut-Hormat, Gemilang kebajikan menumbujkan kecerahan (Shu Jing V. XXVII : 7).

“Kewajiban kita bersama untuk mengajak bersama-sama kembali bahwa perbedaan itu tujuannya untuk saling kenal mengenal, bekerjasama dan membuat bangsa lebih baik,” tambah Menag.

Kementerian Agama terus mengembangkan moderasi beragama. Gerakan ini sebelumnya digaungkan pada masa pemerintahan kabinet kerja, oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Baca juga : Bentuk keberagaman, Etnis Tionghoa Berperan Sejak Kemerdekaan

Gerakan moderasi beragama ingin mengajak kelompok yang konservatif dan liberal untuk kembali ke titik tengah, moderat.

“Kelompok konservatif kita ajak berpikiran lebih luas, bisa mencontoh negera-negara di dunia yang terus maju. Saudi Arabia misalnya, yang sudah melangkah lebih jauh,” kata Menag bercerita sembari bercerita hasil kunjungannya ke Saudi.

“Jika ada yang berpandangan ajaran Islam itu sempit, dan seolah anti kepada non-muslim, berarti dia salah menafsirkan ajaran Islam,” sambungnya.

Menag menegaskan bahwa kerukunan di Indonesia sudah baik, dan bisa lebih baik lagi.

"Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN)," pungkas Menag.

Baca juga : Perayaan Imlek Nasional Teguhkan Persatuan dalam Keberagaman

Ketua Umum MATAKIN Budi S Tanuwibowo mengatakan, kehadiran Menag dan pesannya soal toleransi menjadi pedoman MATAKIN dalam menjalani hidup.

"Kehadiran Menag dan pernyataan beliau pada Imlek ini menyejukan kami, " ujarnya.

Menurutnya .agama harus dekat dengan kemanusiaan dan Imlek menjadi momentum untuk momentum merajut kebersamaaan.  

Dalam kesempatan itu, MATAKIN memberikan cinderamata kepada istri Presiden k-4 Indonesia Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah yang diwakili Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan,Mahfud MD.

"Bagi kami Presiden Gus Dur merupakan ayah ideologis kami yang merestui Khonghucu menjadi salah satu agama di negeri ini," pungkas Budi. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT