05 February 2020, 04:50 WIB

BTN Tetap Fokus ke Sektor Perumahan


MI | Ekonomi

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk memilih langkah hati-hati di tahun tikus logam ini mengingat kondisi geopolitik dan ekonomi yang masih belum menentu.

Kendati demikian, perseroan tetap akan fokus di sektor perumahan yang memiliki dampak positif lanjutan ke perekonomian Indonesia.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury menuturkan pihaknya memasang target konservatif pertumbuhan kredit tahun ini di level 10%.

"Pasalnya, kami masih terus memantau perkembangan ekonomi global dan nasional, serta daya beli masyarakat pada 2020," jelas Pahala dalam BTN Market Outlook 2020 bertema Pertumbuhan ekonomi Indonesia menjawab ketidakpastian global di Jakarta, Senin (3/1).

Menurut Pahala, kondisi perekonomian global tersebut belum mampu mendorong volume perdagangan global. Akibatnya, harga komoditas global belum terakselerasi. Padahal, banyak provinsi di Indonesia yang masih bergantung pada komoditas sebagai tumpuan ekonomi. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5%.

Perseroan, tambah dia, akan memaksimalkan penggarapan sektor perumahan di berbagai sentra ekonomi daerah di Tanah Air.

Namun, tetap memperhatikan perkembangan di daerah itu, terutama yang terdampak penurunan harga komoditas.

Fokus perseroan pada sektor perumahan juga dinilai Pahala sejalan dengan masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh Nusantara.

Langkah itu juga strategis mengingat sektor ini memiliki multiplier effect bagi 170 industri terkait.

Sektor perumahan pun dipandang masih memiliki ruang gerak yang cukup luas di Indonesia sebab gap antara kebutuhan rumah baru dan kapasitas bangun para pengembang masih tinggi.

Adanya dukungan pemerintah di sektor perumahan subsidi pun akan menjadi angin segar bagi industri ini. Apalagi, ada rencana pengalihan subsidi energi ke perumahan subsidi yang dapat menaikkan jumlah unit terbangun.

Skenarionya, dengan tambahan Rp1 triliun-Rp25 triliun akan terbangun 8.000-200.000 unit untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), juga menambah 20.000-260.000 unit program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT). (RO/E-1)

BERITA TERKAIT