05 February 2020, 04:25 WIB

Asuransi Jamin Perlindungan dari Virus Korona


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PERUSAHAAN asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) bergerak cepat dengan memberi jaminan perlindungan menyeluruh kepada seluruh nasabah terkait dengan ancaman penyebaran virus korona.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/2), menjelaskan saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di Indonesia.

Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa ataupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia ataupun di luar negeri.

"Ini komitmen kami dalam upaya terus mengedepankan kepentingan nasabah," ujar Ryan Charland.

Dikatakannya, Manulife mengimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di mana pun dan kapan pun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona.

Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait dengan wabah virus korona.

"Memang ini mengkhawa-tirkan, tetapi sebagai perusahaan asuransi, kami ingin memberikan peace of mind. Perasaan tenang dan damai ini yang ingin kami bangkitkan melalui jaminan perlindungan menyeluruh kepada nasabah," papar dia.

Menurut Novita, dengan kondisi saat ini, pihaknya berkepentingan terus mengedukasi masyarakat soal pentingnya asuransi. Apalagi saat ini banyak masyarakat cemas terhadap penyebaran virus, bahkan mudah curiga dengan kondisi sekeliling.

"Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka mengover untuk perlindungan terhadap virus korona. Kami pastikan Manulife beri jaminan perlindungan," ujar dia.

Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah.

Hal tersebut juga bisa dilihat dari besarnya klaim yang disalurkan Manulife Indonesia kepada nasabah. Hingga November 2019 (unaudited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun atau setara Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam.

Pemberian perlindungan juga diberikan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia).

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman dalam pernyataan di Jakarta menjelaskan pemegang polis harus memastikan jenis penyakit tersebut masuk pertanggungan polis. Selain itu, pada saat proses pengajuan klaim, nasabah harus memastikan polisnya dalam keadaan aktif.

 

Hitung dampak

Sejauh ini jumlah kematian akibat virus korona telah mencapai 425 orang. Di Indonesia belum ditemukan pasien yang terinfeksi virus itu.

Sejauh ini dampak virus korona baru terlihat dari penurunan harga saham di Bursa Efek Indonesia dan pelemahan rupiah. Dampak terhadap perekonomian secara langsung belum terasa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengatakan dampak ke perekonomian baru terlihat dua bulan mendatang.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menghitung dengan cermat dampak dari virus korona ini. (Ant/E-1)

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT