04 February 2020, 19:40 WIB

Dampak Virus Korona di Tiongkok,Menpar Upayakan Turis Pilih ke RI


Andhika Prasetyo | Humaniora

PEMERINTAH secara resmi akan mulai menutup akses dari dan menuju Tiongkok pada Rabu pukul 00.00 WIB. Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, otomatis kunjungan wisatawan asing asal Negeri Tirai Bambu akan menurun sehingga melemahkan pendapatan devisa negara.

Meski demikian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengaku pemerintah telah mengantongi beberapa strategi untuk mengantisipasi persoalan tersebut.

Wishnutama mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memanggil perusahaan-perusahaan maskapai baik lokal maupun internasional. Pemerintah, lanjut dia, akan menawarkan pengalihan destinasi yang semula menuju Tiongkok menjadi ke Indonesia.

"Saya bersama Pak Menhub akan bertemu dan berdiskusi dengan maskapai-maskapai tersebut. Rencananya ada sekitar 30 maskapai. Siapa tahu bisa mengalihkan rute ke Indonesia. Pesawat-pesawat mereka kan juga tidak bisa terbang ke sana," ujar Wishnutama di Istana Bogor, Selasa (4/2).

Baca juga : Seorang WNI di Singapura Positif Terinfeksi Virus Korona

Walaupun menyadari hal tersebut tidak mudah untuk dicapai, dengan berbekal destinasi-destinasi wisata yang memesona, Wishnutama yakin cara tersebut mampu menjadi solusi dari problem menurunnya jumlah turis asal Negeri Tirai Bambu.

Untuk memuluskan strategi tersebut, pemerintah akan menggencarkan pemasaran ke negara-negara yang penduduk mereka kerap berwisata ke Tiongkok, seperti Korea Selatan, Jepang, Australia, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat serta Kanada.

Satu strategi lain yang akan dilakukan pemerintah adalah mendorong wisatawan nusantara untuk bertamasya di dalam negeri.

"Karena sekarang di beberapa negara di luar Tiongkok juga sudah ada yang terpapar. Kalau traveling ke sana pasti ada potensi virus koronanya juga. Jadi untuk mengurangi risiko itu lebih baik di dalam negeri saja," ucap Wishnu. (OL-7)

BERITA TERKAIT