04 February 2020, 19:12 WIB

Natuna Jadi Tempat Observasi WNI, Bupati Harapkan Kompensasi


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

BUPATI Natuna, Abdul Hamid Rizal, meminta kompensasi terhadap pemerintah. Pasalnya, Natuna dijadikan sebagai lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari Provinsi Hubei, Tiongkok, terkait wabah virus korona (2019-nCoV).

"Yang jelas kami minta dibangun rumah sakit yang lebih lengkap. Untuk mengatasi permasalahan itu, kami minta dibantu peralatan yang kurang di rumah sakit kami. Pak Menteri Kesehatan juga harap perhatikan," kata Hamid di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/1).

Dia mengatakan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, sudah meminta dirinya untuk selalu berkoordinasi mengenai hal yang dibutuhkan di lokasi observasi.

"Tadi Pak Menteri Kesehatan bilang akan membantu apa yang diperlukan di rumah sakit kita. Jadi, beliau menyatakan akan perhatikan ini. Apa yang kurang tolong disampaikan," jelas Hamid.

Baca juga: Soal Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan, DPR : Perlu Sosialisasi

Saat ditanya mengenai penolakan dari masyarakat yang setempat, dia menyebut kondisi masyarakat saat ini mulai paham. "Jadi kita bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat bahwa tempat pemilihan sudah dipikirkan masak-masak. Jadi pangkalan militer, maka dipilihlah Natuna sebagai tempat isolasi," imbuhnya.

"InsyaAllah nanti Pak Menteri Koordinator Politik Hukum dan Ham juga mau ke sana, dalam rangka menyejukkan masyarakat. Kami minta hari Jumat, agar beliau juga bisa memberikan wejangan sebagai khotib. Setelah itu mungkin kita sambil duduk di Masjid Agung Natuna," tuturnya.

Nantinya Menteri Kesehatan juga akan berkantor di Natuna. Sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa situasi tetap terkendali.

"Tadi Pak Menteri Kesehatan sudah menyampaikan bahwa dia segera besok berangkat ke Natuna. Sebetulnya, hari ini beliau mau berangkat, tapi karena ada rapat terbatas, beliau menunda ke Natuna besok," ungkapnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT