04 February 2020, 18:08 WIB

Singapura Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif


Andhika prasetyo | Ekonomi

SINGAPURA optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif dari tahun ke tahun. Optimisme itu tecermin dari tingginya arus investasi asal Negeri Singa di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Singapura tercatat sebagai negara penanam modal terbesar di Indonesia dalam enam tahun terakhir. Pada 2014, total investasi Singapura mencapai US$ 5,8 miliar, kemudian naik tipis menjadi US$ 5,9 miliar pada 2015. Pada 2016, nilai modal yang ditanamkan Singapura melesat hingga US$ 9,2 miliar.

Akan tetapi, arus investasi dari negara tetangga itu turun menjadi US$ 8,4 miliar pada 2017. Investasi Singapura kembali tumbuh ke level US$ 9,2 miliar pada 2018.

Presiden Singapura, Halimah Yacob, berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan yang terjalin dengan baik. "Presiden Jokowi dan saya setuju untuk memperkuat ikatan ekonomi antara kedua negara. Singapura telah menjadi investor asing terbesar di Indonesia selama enam tahun terakhir. Ini menunjukkan kepercayaan Singapura pada ekonomi Indonesia yang dinamis," ujar Halimah di Istana Bogor, Selasa (4/2).

Baca juga: Indonesia-Singapura Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Salah satu proyek investasi Singapura yang dianggap sukses, yaitu pengembangan Kendal Industrial Park di Semarang, Jawa Tengah. Kawasan industri itu mampu menarik investasi senilai US$ 843 juta dan menciptakan lebih dari 8.000 lapangan kerja baru.

"Saya senang mendengar Kendal Industrial Park telah berkembang menjadi zona ekonomi yang menjanjikan, serta menjadi magnet bagi para investor," pungkas Halimah.

Kendati sudah berjalan kondusif, kerja sama antara kedua negara dinilainya masih berpotensi untuk terus ditingkatkan.

"Presiden Jokowi dan saya telah melakukan diskusi terkait kerja sama dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Pendirian Politeknik Kendal di dalam kawasan Kendal Industrial Park adalah contoh nyata bagaimana investasi Singapura sangat mendukung pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja Indonesia," tuturnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT