04 February 2020, 16:24 WIB

Kemenkes: Mahasiswa di Natuna Sehat dan Sudah Ada yang Kuliah


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

SEBANYAK 285 warga negara Indonesia dari Wuhan, Provinsi Hubei dan tim penjemput masih menjalani observasi di Natuna Kepulauan Riau. Hingga hari ketiga, mereka dinyatakan sehat dan disibukkan dengan rutinitas yang telah dijadwalkan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, masyarakat yang menjalani karantina di Natuna dalam kondisi sehat dan bahagia. Bahkan, salah seorang mahasiswa telah melakukan aktivitas perkuliahan dengan mengakses mata kuliah secara daring.

"Secara keseluruhan bahwa kondisi kesehatan para warga negara kita yang jumlahnya 285 di ring satu, dan teman-teman yang memberikan pelayanan di ring dua, Alhamdulillah semua dalam keadaan baik sehat. Tidak ada satupun orang terdeteksi suhunya di atas 38 derajat celcius, tidak ada keluhan yang dilaporkan dari masing-masing orang dalam ruang observasi kesehatan," kata Anung dalam keterangannya melalui sambungan telepon kepada Media, Selasa (4/2).

Dia menjelaskan, masyarakat mengawali kegiatan rutin pagi harinya, dengan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan, dan dilanjutkan olahraga bersama-sama.

"Ada yang dipandu teman-teman instruktur. Dilakukan pemeriksaan suhu dan dilanjutkan makan pagi berbarengan di tempat yang sudah dilakukan," sebutnya.

Menurutnya, salah seorang mahasiswa fakultas kedokteran perguruan tinggi Tiongkok yang dalam observasi kesehatan telah melaksanakan kuliah secara daring melalui sambungan internet. Bahkan ia telah berinteraksi dengan kampusnya untuk mengerjakan tugas.

"Ada mahasiswa kedokteran juga di situ dan kuliah sedang kuliah, mereka sudah bisa mengakses materi perkuliahan. Itu aktivitas yang dilakukan oleh mereka," paparnya.

Saat ini WNI yang dalam masa observasi kesehatan juga sudah diberikan akses komunikasi baik telepon maupun internet bagian dari fasilitas yang disediakan oleh perkumpulan alumni Tiongkok. Oleh karena itu, mereka diperbolehkan menghubungi anggota keluarganya di Indonesia melalui sambungan telepon.

"Mereka semua sudah mendapat sarana komunikasi dari perkumpulan alumni tiongkok semua sudah dilengkapi dan bisa berkomunikasi dengan keluarga dengan ketentuan2 yang ditetapkan panglima di lingkungan ini," lanjutnya.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, TNI-Polri, BNPB dan instasi lainnya terus berupaya memenuhi kebutuhan para WNI yang dalam masa observasi kesehatan. Beberapa keperluan terus ditambahkan seperti makanan jajanan atau snack, alat musik, dan dukungan layanan psikologis lainnya.

"Laporan dari masing-masing semua kebutuhan terpenuhi. Makanan jajanan dalam bentuk snack yang dibutuhkan sudah termasuk. Panglima juga mencoba memenuhi kebutuhan yang lain seperti alat musik untuk kegiatan2 di dalam area observasi," terangnya

Dia juga memastikan kondisi masyarakat di Natuna sudah kembali normal dan beraktivitas seperti biasanya. Bahkan tidak ada toko-toko yang ditutup karena alasan ketakutan. Masyarakat berkegiatan seperti biasa seperti yang kita harapkan.

"Masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa, anak sekolah kembali masuk setelah kemarin sempat diliburkan. Anak sekolah melakukan aktivitas seperti biasa, yang beberapa hari sempat diliburkan," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT