04 February 2020, 16:00 WIB

Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi dari PIACCF


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapatkan penghargaan antikorupsi internasional dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF), Malaysia. Penghargaan diberikan PIACCF dengan tujuan mendukung pegawai lembaga antikorupsi yang menjadi target atau yang terancam jiwa, keselamatan, atau kehormatannya, karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi.

"KPK berterima kasih atas perhatian dari berbagai pihak yang mendukung kerja-kerja pemberantasan korupsi. KPK juga terus dan tetap berkomitmen terhadap perlindungan pegawai dalam pelaksanaan tugas," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (4/2).

Baca juga: Singapura Yakini Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif

Untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung, Novel Baswedan mendapat undangan dalam rangkaian acara peluncuran PIACCF pada 11 Februari 2020 di Malaysia. 

Novel Baswedan dianggap sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan ini karena pada 11 April 2017 mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras oleh orang yang tak dikenal sepulangnya dari ibadah salat subuh di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibatnya, hingga kini matanya tak bisa melihat dengan normal. Adapun, kepolisian saat ini sudah menangkap tersangka pelaku penyiraman namun otak intelektual yang mendalangi penyerangan belum juga diketahui.

Penyerangan terhadap Novel Baswedan menjadi perhatian dunia internasional. Amnesty International memaparkan penyerangan ini di Kongres Amerika Serikat pada Kamis, 25 Juli 2019. Manajer Advokasi Asia Pasifik Amnesty International, Francisco Bencosme, memaparkan penyerangan terhadap Novel Baswedan dalam forum "Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook" yang diselenggarakan di Subkomite Asia, Pasifik, dan Non-proliferasi Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS.

Kemudian, pada 16 Desember 2019, Novel hadir dalam Sidang PBB di Gedung CR6 Gedung ADNEC, Abu Dhabi, Uni Emirates Arab. Novel berbicara dalam sebuah sesi khhusus tentang perlindungan bagi lembaga antikorupsi dan pegawai di dalamnya. Sesi ini adalah bagian dari konferensi yang dihadiri sejumlah negara penandatangan konvensi PBB antikorupsi atau COSP-UNCAC. (OL-6)

BERITA TERKAIT