04 February 2020, 14:36 WIB

Kemenkes Pastikan 38 Spesimen Negatif Virus Korona


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DIRJEN Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, mengatakan pihaknya telah memeriksa sebanyak 38 spesimen berupa sputum (dahak) dan swab terkait penyakit pernapasan akut 2019-nCoV sehingga seluruhnya dinyatakan negatif novel corona virus.

"Sampai dengan saat ini, informasi yang berkaitan dengan orang-orang dengan pemantauan dan pengawasan terus kita collect dari berbagai daerah. Dari resimen yang kami terima jumlahnya 38 di 26 rumah sakit di seluruh indonesia, semuanya negatif," kata Anung dalam keterangannya melalui sambungan telepon kepada Media Indonesia, Selasa (4/2).

Baca juga: Bupati Natuna Sayangkan Misinformasi Soal Karantina WNI

Dia menambahkan, penderita atau orang dalam pemantauan terus diikuti dengan protokol kesehatan dalam pemberian layanan terhadap penderita. Apalagi pemeriksaan secara laboratorium semua diketahui negatif.

Dalam laporan terkini diketahui kasus penyakit pernapasan akut novel corona virus hampir mencapai 18 ribu kasus secara global dengan kasus baru sekitar 2.800 kasus per hari. Sehingga, ia menegaskan, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran kasus 2019-nCoV.

"Kasus novel corona virus hampir mendekati 18.000 jumlah terbanyak masih dari Tiongkok. Kasus terbaru lebih dari 2.800. Bagaimana yang saya sampaikan, kita melihat peningkatkan eksponensial untuk terus kita waspadai dan tidak menurunkan kewaspadaan dengan upaya-upaya terukur dan protokol yang sifatnya rijit serta disiplin," paparnya.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan kondisi kesehatan para WNI dan unsur pendukung yang jumlahnya 285 di range 1 dan range 2 yang memberikan layanan kesehatan di lokasi karantina Pulau Natuna, dalam keadaan baik dan sehat.

"Tidak ada satu pun orang yang terdeteksi dengan suhu di atas 38 maupun keluhan dari para wni di karantina," lanjutnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Beri Perhatian Lebih Soal Kanker

Panglima TNI bersama seluruh tim pendukung terus berusaha memenuhi semua kebutuhan untuk para WNI yang dievakuasi di Natuna. Begitu pula untuk WNI yang masih berada di Tiongkok sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan keluarga dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan panglima di lingkungan tersebut.

"Laporan dari masing-masing semua kebutuhan terpenuhi. Makanan jajanan dalam bentuk snack yang dibutuhkan sudah termasuk. Panglima juga mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain seperti alat musik untuk kegiatan-kegiatan di dalam area observasi," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT