04 February 2020, 15:00 WIB

Ayah Dikarantina, Anak Penyandang Disabilitas Tewas


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEORANG bocah penyandang disabilitar meninggal dunia setelah ayahnya dikarantina karena mengidap virus korona di Tiongkok.

Yan Cheng yang menggunakan kursi roda karena mengidap cerebral palsy terlantar setelah ayahnya dikarantina karena menunjukkan gejala demam.

Pemuda berusia 17 tahun yang tidak bisa berbicara, berjalan, atau makan secara mandiri tidak ada yang merawat karena ibunya sudah meninggal, bebreapa tahun lalu.

Ayahnya, Yan Xiaowen dikarantina pada 22 Januari dan didiagnosa mengidap virus korona, lima hari kemudian.

Dia mengunggah permintaan tolong di media sosial agar seseorang bisa merawat anaknya.

Baca juga: Hong Kong Konfirmasi Pasien Tewas Pertama akibat Virus Korona

Namun, unggahan berjudul 'Permintaahn tolong dari seorang ayah yang didiagnosa virus korona' datang terlambat.

Remaja itu dipastikan meninggal dunia pada 29 Januari menurut pernyataan dari pemerintah Hongan.

"Yan Xiaowen tidak bisa merawat Yan Cheng karena diisolasi. Jadi, dia meminta tolong, kerabat, pejabat desa, dan dokter untuk merawat putranya," ujar pemerintah Hongan.

Kematian anak itu menyebabkan pejabat lokal kehilangan jabatan mereka. Sekretaris Partai Komunis setempat dan wali kota Hubei dipecat karena dianggap gagal menjalankan tanggung jawab mereka.

Kabar mengenai tragedi itu memicu kemarahan dan kesedihan di media sosial.

Di Weibo, berita mengenai ayah asal Hubei yang kehilangan putranya yang mengidap cerebral palsy telah dibaca sebanyak 270 juta kali pada Selasa (4/2) pagi.

Berita mengenai wali kota Hubei yang dipecat telah dibaca 66 juta kali.

"Saya sangat marah dan sedih," ungkap seorang warganet. "Hal ini sangat menjijikan." (OL-1)

 

BERITA TERKAIT