04 February 2020, 12:43 WIB

33 Kepsek SMK dari Babel Studi Banding BLUD ke SMKN 5 Surabaya


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

SEBANYAK 33 kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan studi banding  ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mendalami penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di seluruh SMK di wilayah Babel.

Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan harus disiapkan sumber daya manusia (SDM) pendidikan yang handal dengan berbagai mutu kompetensi.

Untuk itu, Erzaldi akan menerapkan seluruh SMK di Babel untuk dijadikan BLUD. "Saya tidak mau pilih-pilih agar tidak ada kecemburuan antar-SMK, makanya seluruh sekolah saya jadikan BLUD, totalnya ada 33 SMK," ujar Gubernur Babel di Pangkal Pinang, Babel, Selasa (4/2).

Untuk mendalami permasalahan BLUD tersebut agar dapat berjalan maksimal di seluruh SMK di Babel, Guberbur Babel mengirim 33 kepala sekolah SMK melakukan studi banding di SMK Negeri 5 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

"SMK Negeri 5 Surabaya sudah menjadi BLUD dan merupakan sekolah terbesar dengan memiliki 3.000 siswa,‎ makanya kita ajak seluruh kepala sekolah kita belajar di sini," ujar Erzaldi.

Gubernur Babel berharap pengetahun yang yang didapat dari studi banding bidang BLUD di SMK Negeri 5 Surbaya tersebut  dapat diimplementasikan di seluruh SMK di Babel.

"Nanti masalah BLUD ini diterapkan di setiap SMK di Babel agar lebih memberikan dampak signifikan terhadap SDM yang siap bekerja, dan dapat mengurangi pengangguran," ungkap Gubernur Babel.

Dalam mengembangkan dan menjadi SMK di Babel menjadi BLUD, Pemerintah Provinsi Babel telah memberi perhatian yang serius. "Kita akan mendukung SMK menjadi BLUD dengan dukungan administrasi dan juga bantuan modal," tutur Erzaldi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan di Jawa Timur tercatat ada 2.087 SMK, sebanyak 20 SMK telah menadi BLUD dan salah satunya yang terbesar se- Indonesia adalah SMK Negeri 5 Surabaya.

"Dari 20 SMK yang sudah BLUD ini penghasilnya masing-masing bisa mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar per tahun," kata Wahid.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menegah Kejuruan Babel, Basri, mengatakan, studi banding tersebut untuk belajar dan melihat dari sisi administrasi dan pengelolaan itu sendiri, berkaitan dengan BLUD di SMK Negeri 5 Surabaya tersebut.

"Apa yang kita dapat kita terapkan di 33 SMK BLUD di Babel dengan  berbagai macam program kerja, masing-masing, teknologi, pariwisata, kuliner, kesehatan dan jasa," kata Basri.(RF/OL-09)

BERITA TERKAIT