04 February 2020, 11:29 WIB

Evakuasi WNI dari Wuhan Dipastikan tidak Bahayakan Warga Natuna


Indriyani Astuti | Humaniora

PEMERINTAH menjamin pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, yang kini dikarantina tidak membahayakan masyarakat di Natuna. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Mahfud MD, saat menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan dengan Bupati Natuna, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2).

"Pemerintah menjamin bahwa penyelesaian pemulangan warga negara Indonesia itu dilakukan dengan aturan, tidak membahayakan masyarakat Natuna," ujar Mahfud.

Menkopolhukam juga meminta masyarakat, terutama di Natuna, memperbaharui informasi dan tidak mempercayai berita bohong yang dapat memprovokasi.

"Diharapkan masyarakat, Pemda, dan tokoh-tokoh pemuda di Natuna sering mengecek informasi ke pusat, ke posko-posko, dan lain sebagainya, tidak percaya pada berita bohong, hoaks, yang bisa mendramatisasi masalah yang sebenarnya tidak ada apa-apa," ujarnya.

Baca juga: Soal Evakuasi WNI ke Natuna, Mahfud Akui Ada Miskomunikasi

Ia juga mengakui adanya miskomunikasi dengan Pemerintah Daerah Natuna karena perkembangannya yang dinamis dan cepat.

"Memang terjadi semacam miskomunikasi, bukan keterlambatan informasi, karena Pemerintah begitu mendapat green light (lampu hijau) untuk memulangkan saudara-saudara kita WNI," ucapnya.

Pemerintah, imbuh dia, mengambil langkah cepat di Natuna yakni bersama instalasi militer.

Namun, kata Mahfud, timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan Pemda dan rakyat Natuna agak terlambat.

"Karena diikuti dengan semua media massa bahwa perkembangannya dari menit ke menit, dan kita melakukan tindakan yang tepat," jelas Menkopolhukam.

Di samping itu, Pemerintah juga menjamin WNI yang dipulangkan dari Wuhan dalam kondisi sehat. Namun, perlu dilakukan beberapa tindakan sesuai standar internasional berdasarkan panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai dari karantina dan pemeriksaan fisik setiap hari oleh sektor kesehatan.

"Menkes berada paling depan di bidang ini," kata Menkopolhukam.

Menkopolhukam berencana bertolak ke Natuna dalam waktu dekat dengan beberapa pejabat terkait. Selain meninjau langsung, ia juga akan berdoa meminta keselamatan bagi seluruh bangsa Indonesia.

"Mudah-mudahan tidak berbenturan dengan rencana lain yang tidak bisa diganti, saya tanggal 6 dengan beberapa pejabat terkait (akan) datang ke Natuna untuk menghadiri istigosah, doa bersama, untuk memohon kepada Tuhan untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Konferensi pers turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Wakil Bupati Natuna, Ketua DPRD Natuna, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Natuna. (OL-1)

BERITA TERKAIT