04 February 2020, 08:50 WIB

Hoaks soal Korona Naik Tajam


Ifa/Ant/H-1 | Humaniora

SEBARAN konten hoaks dan disinformasi mengenai penyebaran virus korona atau novel coronavirus (2019-nCoV) di Indonesia meningkat dalam dua minggu terakhir. Hingga kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menemukan sebanyak 54 informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial dan platform pesan instan.

“Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36, hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di kantornya, di Jakarta, kemarin. Ragam hoaks yang beredar di masyarakat, antara lain soal kurma yang harus dicuci bersih karena mengandung virus korona yang berasal dari kelelawar, ponsel Xiaomi buatan Tiongkok yang dapat menularkan virus korona, dan WNA asal Tiongkok yang terserang korona di RSU Dr Soetomo Surabaya.

Untuk mengetahui informasi hoaks, masyarakat bisa mengakses langsung website kominfo.go.id dan mengecek di halaman Laporan Isu Hoaks. “Lakukan cek silang dan cari informasi dari sumber resmi pemerintah. Kalau berkaitan dengan kesehatan, cek di kemkes.go.id atau mengenai informasi luar negeri cek di kemlu.go.id,” kata Johnny.

Ia menegaskan, Kemenkominfo telah memblokir konten hoaks dan disinformasi tersebut serta akan menindaknya melalui aparat penegak hukum. Sebagian besar penyebaran hoaks virus korona berasal dari aplikasi Whatsapp dan diteruskan hingga menjangkau banyak sekali masyarakat.

Sebaran hoaks terkait dengan virus korona juga dires­pons legislator di Surabaya, Jawa Timur, dan meminta Dinas Kesehatan setempat memantau secara ketat mengenai informasi-informasi yang didapat seputar penyebaran virus korona agar masyarakat tidak panik karena termakan kabar tidak benar itu.  

Anggota Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya dr Akramarawita Kadir mengatakan, tidak kalah penting, perlu juga menyerap informasi dari instansi terkait tata cara penanganan apabila vaksin telah ditemukan. (Ifa/Ant/H-1)

BERITA TERKAIT