04 February 2020, 04:20 WIB

Debut Gemilang Steven Bergwijn


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

DEBUTAN Steven Bergwijn langsung unjuk taji dan menghadirkan kemenangan bagi Tottenham Hotspur dengan menjinakkan tim tamu Manchester City 2-0 di Liga Primer, kemarin WIB. Pemain sayap berusia 22 tahun itu diboyong dari PSV Eindhoven dengan banderol hampir setengah triliun (Rp491 miliar) pada tengah pekan lalu.

Bergwijn mencetak gol pembuka bagi the Lilywhites--julukan Tottenham--pada menit ke-63. Satu gol lainnya dicetak oleh Son Heung-min di menit ke-71.

Bintang muda asal Belanda itu memuaskan pelatih Jose Mourinho yang berusaha mendapatkan pengganti  Christian Eriksen yang hijrah ke Inter Milan serta ketidakhadiran Harry kane yang masih cedera.

Mourinho mengibaratkan Bergwijn layaknya lapisan gula di kue. “Performa dia sangat bagus,” ungkap arsitek asal Portugal itu.

“Steven Bergwijn bermain solid, dewasa, dan bekerja keras,” puji Mourinho. Apalagi kemenangan itu membuat Spurs memupus tren jelek ketika jumpa dengan City. Ini kemenangan kedua Spurs sepanjang delapan bentrok terakhir dengan City.

Dengan beroperasi di sayap kiri, Bergwijn membuat serangan Tottenham efektif. Dia mencetak gol dengan tendang­an voli setelah menerima umpan dari Lucas Moura dengan dada.    

“Ini tidak dapat dipercaya. Ini impian yang menjadi kenyataan. Saya sangat senang berada di sini dan mencetak gol,” ucap Bergwijn.

Tambahan tiga angka itu membuat Tottenham kembali meramaikan persaingan di empat besar. Skuad London utara itu berada di peringkat kelima dengan koleksi 37 poin, berjarak empat angka dari peringkat keempat, Chelsea.

Di kubu City, kekalahan cukup menyesakkan karena tim asuhan Pep Guardiola semestinya mampu menguasai permainan dengan 63% penguasaan bola. Bahkan, sempat mendapat hadiah penalti pada menit ke-40, tetapi gagal dieksekusi Ilkay Gundogan. The Citizens--julukan City--kian limbung bermain dengan 10 pemain setelah Oleksandr Zinchenko diusir wasit karena  mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-60.

Skuad asuhan Guardiola kian sulit mempertahankan gelar musim ini. Mereka kini tercecer 22 poin dari penguasa klasemen Liverpool. Dengan 13 laga tersisa, Liverpool butuh enam kemenangan lagi untuk merengkuh gelar pertama Liga Primer di tiga dekade terakhir.


Rekor Ansu Fati

Di La Liga, Barcelona sukses membungkam Levante dengan skor tipis 2-1, kemarin WIB. Dua gol kemenangan La Blaugrana julukan Barcelona dicetak Ansu Fati pada menit ke-30 dan 31’. Levante membalas lewat aksi Ruben Rochina di akhir laga.

Meski meraup tiga poin, arsitek Barcelona, Quique Setien, tak puas dengan penampilan anak asuhnya. Dengan mencatatkan 69% pe­nguasaan bola dan sembilan sepak­an tepat sasaran, Setien mengatakan harusnya Barcelona menyudahi laga dengan hujan gol.
“Seharusnya ini berakhir dengan skor 8-2 atau 8-3,” tegas Setien.

Kekecewaan Setien terobati dengan rekor yang dicetak Ansu Fati. Dia menjadi pemain termuda di La Liga yang mencetak dua gol di usia 17 tahun 94 hari. Ansu Fati memecahkan rekor yang sebelumnya dimiliki Juanmi Jimenez saat membela Malaga, yakni di usia 17 tahun 115 hari pada 2010.

Di Italia, pelatih Inter Milan Antonio Conte memuji kontribusi bintang anyar asal Denmark, Christian Eriksen, saat mengalahkan Udinese 2-0, kemarin. Eriksen mampu meng­alirkan serangan sehingga dua gol tercipta lewat Romelu Lukaku pada menit ke-64 dan penalti di menit ke-71. “Eriksen membawa dampak positif. Kami senang dengan performa dia,” kata Conte. (AFP/Marca/TheSun/R-2)

BERITA TERKAIT