04 February 2020, 03:50 WIB

Mimpi Jadi Raja Grand Slam


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

PETENIS Serbia Novak Djokovic menegaskan bahwa grand slam ialah turnamen yang membuatnya tetap bermain tenis meski usianya saat ini sudah mencapai 32 tahun. Menurut Djokovic yang kemarin resmi kembali menyandang predikat petenis terbaik dunia, berharap dengan memenangi grand slam, ada rekor baru yang bisa diciptakannya.

“Di level karier saat ini, grand slam yang saya prioritaskan. Ada banyak sejarah dalam perjalanan saya di turnamen itu,” kata Djokovic.

Setelah memenangi Australia Terbuka pada akhir pekan lalu, Djokovic memang kian mendekati berbagai peroleh­an dua pesaing terberatnya, yakni petenis Spanyol Rafael Nadal dan petenis Swiss Roger Federer.

Djokovic sekarang telah memegang 17 gelar grand slam atau selisih dua gelar dari Nadal dan selisih tiga gelar dengan Federer. Djokovic bisa melampaui Nadal dan menyamai rekor Federer jika memenangi tiga grand slam tersisa musim ini. Prancis Terbuka digelar pada Mei, Wimbledon di Inggris pada Juni, dan Amerika Serikat (AS) Terbuka pada Agustus.

Selain dari jumlah gelar grand slam, Djokovic juga bisa menjadi nomor satu dalam hal waktu terlama ketika menjadi petenis nomor satu dunia. Sekarang Djokovic berada di urut­an ketiga dengan 276 pekan setelah Federer dan petenis AS Pete Sampras. Federer memegang rekor terlama dengan 310 pekan, sedangkan Sampras, 286 pekan.

Djokovic tentu akan melewati prestasi Sampras jika dia mampu bertahan sebagai petenis nomor satu dunia hingga melewati April dan melampaui Federer kalau pada 5 Oktober mendatang tetap memegang titel itu.

Seandainya itu terjadi, pasti akan melengkapi salah satu rekor yang sudah diciptakannya sekarang, yaitu menjadi satu-satunya petenis yang bisa memenangi grand slam di tiga dekade berbeda.

Sementara itu, legenda tenis Swedia dan pemilik tujuh gelar grand slam, Mats Wilander, mengatakan kemenangan Djokovic di Australia bisa menjadi pemacu untuk mendapatkan gelar lainnya.

Jika Djokovic kalah di Australia Terbuka, bisa dipastikan bakal sulit mendapatkan kepercayaan diri di turnamen lain yang akan diikuti.

“Di akhir tahun ini, kita bisa saja melihat ada dua petenis yang memiliki 20 gelar grand slam atau dua petenis dengan 19 gelar grand slam atau bisa saja lebih dari 20 gelar. Itu bisa terjadi karena Djokovic bisa memenangi empat grand slam tahun ini,” kata Wilander.


Naik peringkat

Dari sektor putri, petenis AS Sofia Kenin, yang menjadi juara di Australia Terbuka setelah mengalahkan petenis Spanyol Garbine Muguruza, kini menembus peringkat 10 besar. Kemarin, dia rang­king tujuh atau naik delapan peringkat. Muguruza, naik 16 peringkat dan menempati rangking 16.

Petenis Australia Ashleigh Barty masih kukuh di puncak meski dia di Australia Terbuka disingkirkan Kenin di semifinal.

Sementara itu, di bawahnya ada Simona Halep (Rumania), Karolina Pliskova (Republik Ceko), Elina Svitolina (Ukraina), dan Belinda Bencic (Swiss). (AFP/R-3)

BERITA TERKAIT